Samarinda, Busam.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun (AH) menegaskan, isu pemotongan anggaran Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) tahun 2026 adalah tidak benar. Ia memastikan, porsi anggaran tetap utuh, hanya skema penempatannya yang diatur ulang menyesuaikan kondisi fiskal daerah.
“Ini bukan pemotongan tapi manajemen adaptasi karena anggaran kita terbatas akibat adanya kebijakan daerah. Anggarannya tetap 100 persen. Hanya dibagi termin, 60 persen di murni dan 40 persen di perubahan,” jelas AH, Rabu (7/1/2025).
Ia menerangkan, tidak semua kegiatan Probebaya dilaksanakan di awal tahun. Sejumlah kegiatan baru berjalan paruh kedua tahun anggaran, seperti Agustus hingga Desember, sehingga dananya ditempatkan pada APBD perubahan. Skema ini, kata dia, justru memberi ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan lain yang juga mendesak.
“Kalau dibilang dipotong dari 100 jadi 60, itu keliru. Uangnya tetap 100, hanya penempatannya yang dibagi,” tandasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


