Samarinda, Busam.ID – Pasca peristiwa tenggelamnya 2 anak di aliran Sungai Bendungan Lempake, Senin (27/10/2025) sore, pihak Unit Pengelola Bendungan 2 Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV (BWS Kaltim IV) Samarinda mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar area bendungan.
Imbauan tersebut disampaikan melalui selebaran yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp sejak beberapa hari terakhir. Kepala Unit Pengelola Bendungan 2 BWS Kalimantan IV Samarinda, Hayu Wardana, saat dikonfirmasi Sabtu (1/11/2025), menegaskan langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berenang, bermain, maupun memancing di saluran irigasi dan hilir pelimpah bendungan. Area tersebut bukan untuk rekreasi, melainkan fasilitas pengairan yang memiliki potensi bahaya seperti arus deras, kedalaman yang tidak terduga, serta risiko tenggelam,” jelas Hayu.
Pihaknya juga meminta warga menaati seluruh rambu-rambu larangan yang telah dipasang di sekitar lokasi, serta lebih mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area berbahaya tersebut.
“Keselamatan bersama menjadi tanggung jawab kita semua. Kami berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua anak dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bendungan Lempake Senin (27/10/2025) sore. Salah satu korban ditemukan meninggal dunia tak lama setelah kejadian, sementara satu lainnya ditemukan keesokan harinya oleh tim SAR gabungan. (zul)
Editor: M Khaidir


