Samarinda, Busam.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang warga Jalan Rimbajaya RT 28, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (2/1/2026) pagi. Seorang pria bernama Iing Hermanto, berusia sekitar 55 tahun, meninggal dunia usai diserang lebah madu hutan saat sedang berkebun di belakang rumahnya.
Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 Wita. Korban yang sehari-hari beraktivitas sebagai petani tengah menyemprot rumput dan gulma di kebun cabai miliknya. Tanpa disadari, aktivitas tersebut diduga mengganggu sarang lebah madu hutan yang berada di sekitar area kebun.
Menantu korban, Henry, menuturkan momen mencekam saat kejadian berlangsung. Saat itu ia sedang bersama anaknya berjalan pelan sambil menerima panggilan video, sementara korban berada lebih dulu di area kebun.
“Tiba-tiba bapak mertua saya teriak, jangan ke atas, ada tawon. Saya langsung gendong anak saya dan lari masuk rumah. Suara tawonnya keras sekali dan jumlahnya banyak,” ungkap Henry.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari sejauh kurang lebih 50 meter, bahkan meloncat ke sebuah drum yang berisikan air setenah bahkan bersembunyi di kandang samping rumah. Namun kawanan lebah terus mengejar dan menyengat tubuh korban.
“Saya sudah arahkan bapak untuk masuk ke rumah, mungkin karena pertimbangan ada cucunya di dalam rumah, akhirnya bapak pergi ke kandang sebelah rumah. Saya lihat gerombolan lebah itu mengejar bapak,” ungkapnya.
Setelah situasi mereda, korban keluar dari kandang dan masuk ke dalam rumah menantunya dan sempat mandi kemudian dibawa ke UGD Puskesmas Sungai Siring. Saat dalam perjalanan, korban masih dalam kondisi sadar meski terlihat lemas.
“Untuk jarum sengatan lebah itu masih menempel di tubuh bapak, mungkin 20 lebih. Saat dibawa ke puskesmas menggunakan sepeda motor, bapak masih bisa meluk dan dalam kondisi sadar,” ujarnya.
Saat tiba di UGD, korban sempat diberikan suntikan dan tidak lama kondisi kesadara menurun dan sempat dibantu oksigen melalui hidung dan selanjutnya melalui mulut hingga akhirnya dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
“Kondisi bapak makin lemah, sempat tidak sadar, mulutnya mengeluarkan busa, lalu dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10 lewat,” jelas Henry dengan nada haru.
Sementara itu, Koordinator Posko 7 Disdamkar Samarinda, Dwi Purwanto, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya korban meninggal akibat sengatan lebah madu hutan dan langsung melakukan penyisiran lokasi.
“Posko 7 menurunkan 6 personel bersama Bhabinkamtibmas dan warga sekitar untuk melakukan penyisiran dari sekitar pukul 22.00 Wita hingga sekitar pukul 00.20 Wita. Hasilnya, hanya ditemukan sisa 2 hingga 3 ekor lebah yang berada di dalam drum tempat korban berlindung. Untuk sarangnya hingga radius 2 hektare penyisiran tidak ditemukan,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, serangan lebah diduga dipicu aktivitas penyemprotan rumput yang mengganggu sarang lebah madu hutan di kebun korban. Dengan jumlah sengatan yang cukup banyak, daya tahan tubuh korban diduga tidak mampu menahan racun sengatan tersebut.
Pihak Damkar pun mengimbau warga agar sementara waktu mengurangi aktivitas berkebun di sekitar lokasi kejadian, guna menghindari peristiwa serupa. (zul)
Editor: M Khaidir



