Samarinda, Busam.ID – Hujan deras selama beberapa jam, Sabtu (3/1/2025), menyebabkan air masuk ke lantai 6 Pasar Pagi Samarinda. Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan sejumlah pedagang meminta solusi karena khawatir air masuk dalam ruko hingga merusak barang dagangan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, mengakui desain bangunan Pasar Pagi sejak awal tidak memasukkan perhitungan hujan dengan tekanan angin besar dari samping.
“Secara perencanaan memang tidak dihitung posisi air hujan ketika ada angin besar dari samping, karena itu tidak terjadi setiap hujan,” ujar Desy, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, tempias air berasal dari sisi kanan bangunan yang menghadap Jalan Pandai. Area tersebut relatif terbuka karena belum terdapat bangunan di sekitarnya, sehingga hembusan angin lebih kuat dibanding sisi kiri yang terlindungi bangunan lain.
Menurut Desy, penambahan kanopi menjadi salah satu opsi penanganan. Namun, langkah tersebut menimbulkan pertimbangan estetika karena hanya memungkinkan dipasang di satu sisi bangunan. “Kalau ditambah kanopi di sebelah kanan saja, bangunan jadi tidak simetris. Sementara kalau dipasang di kiri, air justru bisa mengarah ke bangunan lain,” jelasnya.
Selain kanopi, PUPR juga mempertimbangkan opsi penutupan sebagian bukaan, namun berisiko mengurangi pencahayaan alami di area pasar. Seluruh opsi tersebut masih akan dikaji tim teknis sebelum dipresentasikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Wali Kota Samarinda.
“Kami evaluasi dulu secara teknis, baru disampaikan ke TAPD dan Pak Wali untuk diputuskan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, juga menyatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan. “Tim sudah turun dan masih dalam proses koordinasi,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


