Dishub Pasang Barier Beton di Simpang Gunung Lingai Samarinda

Busam ID
Barier beton di Simpang Gunung Lingai Samarinda, Kamis (18/12/2025) sudah terpasang untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tampak mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara, khususnya sepeda motor, untuk memutar di Simpang Alaya, usai pemasangan barier beton di kawasan Simpang Gunung Lingai, Kamis (18/12/2025). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotarulitua Manalu, menjelaskan pemasangan barier merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Penataan lalu lintas difokuskan di Simpang 3 Gunung Lingai yang sebelumnya dikenal sebagai Simpang 5 Gunung Lingai karena memiliki 2 ruas kecil tambahan, yakni Jalan Gunung Lingai dan Jalan Haji Datap.

“2 kaki simpang yang kecil inilah yang selama ini menjadi titik krodit lalu lintas. Karena itu, jangka pendeknya kita pasang barier beton untuk menutup pergerakan yang memicu penumpukan kendaraan,” ujar Manalu.

Saat ini, Dishub telah memasang 14 unit barier beton dengan panjang masing-masing 1,5 meter. Pemasangan lanjutan direncanakan pada 27 Desember 2025 mendatang dengan tambahan sekitar 29 unit barier, sehingga penataan lalu lintas dapat berjalan lebih optimal.

Dalam masa transisi ini, Dishub mengakui masih banyak pengendara yang belum memahami alur lalu lintas baru. Oleh karena itu, petugas akan disiagakan untuk melakukan pengaturan sekaligus sosialisasi langsung di lapangan.
“Kita akan berjaga dan terus mensosialisasikan. Biasanya memang butuh waktu sekitar 2 sampai 3 minggu sampai masyarakat terbiasa, seperti penerapan sistem 1 arah sebelumnya. Saat ini belum maksimal karena barier belum terpasang seluruhnya,” jelasnya.

Sementara itu, Hendra, salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas, menyambut baik upaya pemerintah dalam menata lalu lintas di kawasan Gunung Lingai. Ia mengaku kawasan tersebut sudah lama membutuhkan perhatian karena sering terjadi kemacetan.

“Alhamdulillah ada atensi dari pemerintah. Tapi memang ini sudah lama, lampu lalu lintasnya tidak berfungsi dan jalannya sempit. Mudah-mudahan ke depan ada solusi, mungkin jalan bisa diperlebar,” ujarnya.
Meski demikian, Hendra menilai pemasangan barier masih perlu dievaluasi. Ia mengaku sempat terjebak kemacetan panjang hingga 3 kali sejak pagi, terutama dari arah PM Noor dan D.I. Panjaitan II.

“Bariernya baru dipasang, tapi tadi sempat macet panjang. Mungkin penataan bariernya perlu dievaluasi lagi dan harus ada petugas. Soalnya pengendara sering berhenti bukan di belakang lampu merah atau zebra cross, tapi di tengah-tengah, itu juga bikin macet,” tambahnya.

Dishub Kota Samarinda memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap dampak pemasangan barier tersebut, sekaligus menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di kawasan Simpang Gunung Lingai. (zul)
Editor: M Khaidi

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *