Samarinda, Busam.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda tengah memproses pengadaan mesin pengolah sampah plastik yang dapat diubah menjadi bahan bakar. Kepala DLH Kota Samarinda, Endang Liansyah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Cipta Karya (CK), serta camat setempat untuk merealisasikan program tersebut.
“Masih proses pengadaan. Kita libatkan camat untuk merekrut tenaga kerja dari warga setempat. Nanti mereka akan kami latih, dibina bersama pihak produsen generator, Isang Geni,” terang Endang, Sabtu (9/8/2025).
Endang menjelaskan, DLH mengkaji penggunaan mesin pengolah plastik seri 16 yang mampu menghasilkan satu liter minyak dari setiap satu kilogram plastik. Untuk tahap awal, pihaknya akan menguji coba dua unit mesin, dan hasil olahan dapat digunakan untuk operasional DLH maupun dijual.
Mesin ini akan difokuskan lebih dulu untuk mengolah sampah residu atau sampah sisa yang tidak dapat dimanfaatkan kembali, seperti kain atau limbah makanan. Sementara sampah plastik akan diproses melalui penyulingan untuk menghasilkan bahan bakar seperti Pertamax Plus, Pertamax, hingga Dexlite, tergantung tingkat penyulingannya.
“Kami sudah lihat langsung di Jogja dan berencana membeli mesin seri 16 yang ada di Bali. Estimasi anggaran untuk satu unit sekitar Rp500 juta, termasuk pajak,” ungkapnya.
Rencananya, mesin akan ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang lokasinya berdekatan dengan generator. Minyak hasil olahan plastik tersebut nantinya diprioritaskan untuk digunakan sendiri oleh DLH. “Minyaknya banyak, jadi akan kita pakai sendiri,” tutupnya. (zul)
Editor: M Khaidir


