Samarinda, Busam.ID – Rekayasa lalu lintas (Lalin) di kawasan Gunung Lingai Samarinda yang diterapkan hampir sebulan terakhir dinilai belum berjalan optimal. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menyebut, penyebab utamanya adalah tingginya pelanggaran pengendara, terutama sepeda motor yang tidak mengikuti jalur yang telah ditetapkan.
“Yang jadi masalah itu pelanggarannya. Begitu ada yang motong jalur, langsung terjadi crossing dan antrean mengular,” ucap Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, Jumat (16/1/2026).
Dalam skema yang berlaku, sepeda motor dari kawasan Gunung Lingai diarahkan menuju jalan Perumahan Alaya untuk putar balik, sementara mobil dialihkan melalui Tri Dharma. Namun di lapangan, pengendara justru langsung memotong ke Jalan D.I. Panjaitan 1.
Pelanggaran tersebut memicu kemacetan, terutama di kawasan PM Noor yang menjadi titik rawan akibat penyempitan 2 jembatan.
Guna menekan pelanggaran, Dishub akan menambah rambu larangan masuk di ujung median agar tidak ada lagi celah pemotongan jalur. Rekayasa lalu lintas ini masih berada pada tahap awal dan akan terus dievaluasi. “Ini masih bertahap. Kita lihat dulu respons di lapangan setelah rambu ditambah,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


