Samarinda, Busam.ID – Jumlah tenaga guru di Samarinda terus berkurang seiring banyaknya yang memasuki masa pensiun. Kondisi itu berimbas kepada kebutuhan tenaga guru yang semakin mendesak. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan akan membuka formasi ASN 2026, tidak hanya untuk guru, tetapi juga tenaga kesehatan.
“Saya sudah menandatangani surat untuk pengadaan ASN tahun 2026, tapi khusus untuk guru dan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan,” ungkap Wali Kota Samarinda, Andi Harun, Rabu (8/4/2026).
Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Samarinda Fiona Citrayani menjelaskan, saat ini proses masih pada tahap pengusulan kebutuhan ke Kementerian PAN-RB. “Jadi prosesnya saat ini adalah pengusulan kebutuhan, pengusulan formasi ke Kemenpan-RB. Deadline kemarin tanggal 31 Maret,” katanya.
Ia menyebut total usulan mencapai 350 formasi, dengan mayoritas untuk tenaga pendidikan. “350 itu terbagi dari 260 untuk tenaga pendidikan, sekitar 70 untuk nakes, dan 20 tenaga teknis,” jelasnya.
Menurutnya, kebutuhan guru menjadi yang paling dominan karena jumlah yang pensiun setiap tahun cukup besar dan kondisi di lapangan masih kekurangan tenaga. “Setiap tahun pasti sekitar 200 lebih guru pensiun, dan ada guru yang jam mengajarnya melebihi standar karena harus menutup kekurangan,” ujarnya.
Fiona menambahkan, usulan tersebut belum final dan masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat, termasuk jadwal dan mekanisme rekrutmen. “Ini masih proses pengusulan. Nanti kita tunggu penetapan dari Kemenpan-RB,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


