Samarinda, Busam.ID – Perubahan cuaca ekstrem terutama di wilayah Kalimantan, kini menjadi tantangan serius bagi para petani. Ketergantungan pada curah hujan yang tidak menentu seringkali mengakibatkan gagal panen. Namun, para petani di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Samarinda, menunjukkan ketekunannya dengan melakukan inovasi dalam bercocok tanam.
Teguh, salah satu petani di desa manunggal daya tersebut, mengungkapkan bahwa curah hujan yang minim beberapa waktu lalu memaksa mereka untuk mengubah pola tanam.
“Dulu, kami mengandalkan padi sebagai komoditas utama. Tapi karena musim kemarau yang panjang, sawah kami jadi kering. Akhirnya, kami putuskan untuk beralih ke tanaman yang lebih tahan kekeringan seperti jagung dan tomat,” ujar Teguh.
Dengan memanfaatkan sumber air yang ada di sekitar lahan pertanian, para petani di Desa Manunggal Daya berhasil mengembangkan sistem irigasi sederhana. Sistem ini memungkinkan mereka untuk menyiram tanaman secara teratur, meskipun curah hujan tidak mencukupi.
“Kami berupaya untuk terus berinovasi menghadapi tantangan iklim agar kegiatan pertanian bisa terus berjalan,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


