Samarinda, Busam.ID – Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) baru saja menggelar pelatihan olah bahan ramah lingkungan. Kegiatan ini mengundang Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dari seluruh kecamatan.
Pelatihan ini pun mendapat sambutan positif dari seluruh peserta, seperti yang diungkapkan perwakilan PPS Kecamatan Sebulu Teguh. Sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) di Desa Manunggal Daya, dirinya mengakui pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara rutin. Selama menggarap lahan pertanian, sering kali para petani dilanda kekhawatirannya terhadap dampak perubahan iklim yang mampu mempengaruhi produksi padi di wilayahnya.
“Padi menjadi komoditas utama di desa kami, namun dalam beberapa tahun terakhir, hasil panen seringkali tidak stabil akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Teguh menjelaskan faktor cuaca menjadi salah satu tantangan bagi para petani untuk menentukan waktu garapan lahan mereka. Terlebih tanaman padi diakuinya sangat rentan terhadap kekeringan dan banjir
“Jika musim hujan terlalu singkat atau terlalu panjang, hasil panen bisa menurun drastis,” tambahnya.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, Teguh dan para petani di Manunggal Daya telah mencoba berbagai cara, seperti menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan dan hama, serta menerapkan sistem irigasi yang lebih efisien. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi dampak perubahan iklim.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih kepada petani, misalnya dengan menyediakan bantuan benih unggul, pupuk organik, dan peralatan pertanian yang lebih modern,” kata Teguh.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar diadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


