Hanya Miskomunikasi AH Minta Insiden TNI-Satpol PP Tak Dibesar-besarkan

Busam ID
Andi Harun. Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta insiden yang melibatkan prajurit TNI dan anggota Satpol PP di sebuah kafe di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, tidak berkembang menjadi persoalan antarlembaga.

Andi Harun menilai kejadian tersebut lebih berkaitan dengan persoalan komunikasi saat pelaksanaan operasi di lapangan. Ia menegaskan, insiden tersebut tidak menggambarkan hubungan antara TNI, Polri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang selama ini terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Masalah ini hanya masalah komunikasi. Saya juga sudah mendapat laporan dari berbagai sumber termasuk dari intelijen. Bahwa sebelum kejadian itu ada peristiwa keributan dan setelah peristiwa itu keributan, kemudian datang tim gabungan,” kata Andi Harun.

Menurut Andi Harun, kondisi personel ketika berada di lapangan juga perlu dilihat sebagai bagian dari konteks kejadian. Karena itu, ia meminta satu insiden tidak dijadikan dasar untuk menilai seluruh tugas aparat kewilayahan.

“Tidak boleh hanya melihat satu persoalan lalu semua yang dilakukan Babinsa itu salah. Itu kurang bijak. Jadi murni hanya masalah komunikasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, keberadaan TNI dan Polri di tingkat kewilayahan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah daerah menjaga stabilitas keamanan.

Andi Harun mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi narasi yang mempertentangkan institusi.

“Dan kita jangan eksploitasi satu kesalahan yang tidak terlalu berdasar lalu menjadi isu yang digoreng-goreng. Pokoknya pemerintah, TNI, dan Polri itu kompak bersama Kejaksaan,” katanya.

Di sisi lain, Andi Harun menyatakan tidak mempersoalkan operasi yang dilakukan Satpol PP. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Samarinda.

“Tapi apa yang dilakukan oleh Satpol saya harus menyatakan mereka sudah benar. Tanggung jawab mereka melakukan operasi rutin untuk memastikan keadaan dukungan terhadap kamtibmas di kota ini berjalan baik,” tegasnya.

Ia menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Komandan Kodim 0901/Samarinda maupun jajaran Satpol PP. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola dan koordinasi operasi di lapangan dapat berjalan lebih baik.

Andi Harun kembali menegaskan bahwa insiden tersebut tidak menunjukkan adanya pertentangan kelembagaan antara TNI, Polri dan Pemkot Samarinda.

“Tidak ada pertentangan. Hanya masalah komunikasi aja yang ada sedikit mis. Jadi saya pastikan bahwa kejadian itu tidak akan menjadi masalah sebenarnya kalau tidak dibesar-besarkan,” katanya.

Sebelumnya, Kodim 0901/Samarinda telah menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden tersebut. Komandan Kodim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad juga menyampaikan bahwa prajurit yang terlibat tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Denpom VI/1 Samarinda.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses pertanggungjawaban berjalan sesuai ketentuan. TNI AD juga menyatakan proses hukum akan dilakukan secara transparan dan sanksi diberikan sesuai aturan yang berlaku.

Namun, Andi Harun meminta persoalan tersebut tidak dijadikan alasan untuk memperlebar persoalan antarlembaga.

“Jadi kembali ke barak (substansinya). Hubungan TNI-Polri dan pemerintah satu hubungan yang tidak bisa dipisahkan oleh siapapun, apalagi hanya dengan gorengan berita yang tidak terlalu penting itu,” pungkasnya.(Adit/adv)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *