Samarinda, Busam.ID – Suasana pagi di sebuah bengkel besi di Jalan H Mrahusein, RT 18, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, mendadak gempar, Jumat (8/8/2025). Pusianto, seorang pekerja, terkejut saat menemukan rekannya, Budi (32), sudah tak bernyawa dalam posisi duduk di kursi sudut bengkel.
Pusianto bercerita, ia tiba di bengkel sekitar pukul 08.00 Wita. Saat membuka terpal, ia melihat Budi duduk dan mengira rekannya itu sedang tidur. Namun, setelah diperhatikan, wajah Budi pucat dan tidak bernapas. “Kirain tidur, tapi napasnya nggak ada. Baru saya lapor ke bos,” ujarnya.
Menurut Pusianto, Budi baru dua hari berada di bengkel tersebut setelah sebelumnya sempat membantu pekerjaan di sana. Bengkel sendiri sempat tutup selama dua pekan terakhir. “Dia kadang tidur di sini, kadang pindah ke tempat lain,” tambahnya.
Ketua RT 18, Muhammad Ali Imron, mengatakan korban bukan warga setempat dan tidak pernah melapor. “Beberapa warga mengaku sering melihat Budi mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum ditemukan tewas,” terangnya.
Usai dilakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad Budi dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan ambulan PMI Kota Samarinda. (Zul)
Editor: M Khaidir


