Samarinda, Busam.ID – Upaya melarikan diri seorang pengendara sepeda motor berboncengan yang tanpa helm, Rijal, untuk menghindari razia Operasi Patuh Mahakam 2025, berakhir sia-sia setelah ia nekat masuk ke sebuah gang yang justru buntu. Dan justru dia tertangkap petugas Satlantas Polresta Samarinda dan Dishub Kota Samarinda yang mengejarnya, Kamis (17/7/2025).
Saat diinterogasi petugas, Rijal mengaku panik melihat keberadaan polisi di depan. “Ya, karena panik aja. Jadi masuk situ,” ujarnya. Ia mengakui tidak mengetahui gang tersebut buntu dan tidak ada jalan keluar. “Masuk aja ke dalam. Enggak ada jalan keluarnya,” tambahnya.
Rijal, yang mengaku sedang mencari makan bersama temannya, tidak membawa kelengkapan surat kendaraan karena tertinggal di tempat kerjanya. Ia juga mengakui tidak mengenakan helm saat berkendara.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menjelaskan razia adalah bagian dari Operasi Patuh Mahakam 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi arahan petugas saat razia.
Operasi gabungan tercatat 35 pelanggaran yang ditilang. Dari jumlah tersebut, 20 STNK ditahan, 1 SIM ditahan, dan 14 unit kendaraan roda dua ditahan.
Dan hingga hari keempat pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2025, Satlantas Polresta Samarinda telah menindak 270 kendaraan dengan tilang dan memberikan 460 teguran. (zul)
Editor: M Khaidir


