Samarinda, Busam.ID – Upaya pencarian korban tenggelam di Lempake membuahkan hasil. Jasad korban kedua berinisial W (13) ditemukan oleh tim SAR gabungan, Selasa (28/10/2025) siang. Korban ditemukan di aliran sungai sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian (LKP).
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan proses evakuasi jasad korban cukup menantang karena lokasi penemuan, yang berada di area persawahan warga, sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak memungkinkan untuk dievakuasi melalui jalur darat karena lokasi yang sulit dijangkau. Tim harus membawa kembali jasad korban ke dekat jembatan untuk kemudian dievakuasi secara total,” jelas Mardi.
Mardi mengungkapkan proses pencarian di hari kedua menghadapi tantangan berat. Meskipun debit air sudah sedikit menurun dari hari pertama kejadian, arus sungai tetap kencang dan menjadi kendala utama, bahkan saat tim mengerahkan dua penyelam untuk menyisir sejumlah titik.
“Kendala dalam penyelaman dan penyisiran, yang pertama adalah arus. Walaupun untuk debit air agak turun sedikit dari hari pertama, tetapi arusnya tetap masih kencang,” jelas Mardi.
Ia menambahkan, demi keselamatan, tim gabungan harus bersikap situasional dan sangat berhati-hati.
“Kami perhitungkan aliran arus sungai ini, karena berhubung cuaca di Kaltim, terutama di kota Samarinda, debit airnya tinggi. Jadi kami tetap waspada untuk keselamatan dari tim penolong,” kata Mardi.
Sebelum penemuan, tim SAR berencana memperluas area penyisiran hingga 5 kilometer dari LKP untuk mengantisipasi cepatnya arus membawa korban.
Usai berhasil dievakuasi, jasad W (13) langsung dibawa ke kamar jenazah untuk menjalani proses visum. Setelah selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa menuju rumah duka di Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. (zul)
Editor: M Khaidir


