Samarinda, Busam.ID – Operasi pencarian terhadap Muhammad Noval (13), pelajar SMP yang tenggelam di Sungai Mahakam, kawasan Mangkupalas, Samarinda Seberang, membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Rabu (7/10/2026) malam.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengonfirmasi, jasad korban dievakuasi tim pada pukul 20.36 WITA. “Tim SAR gabungan telah menemukan korban atas nama Muhammad Noval (13) di jarak kurang lebih 191 meter dari lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) menuju ke arah hilir,” kata Aries.
Aries menambahkan, jenazah ditemukan mengapung dalam posisi terlentang di perairan tepat di samping kapal LCT. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga.
“Sesuai permintaan pihak keluarga, korban yang telah ditemukan langsung dibawa menuju rumah duka,” lanjutnya.
Insiden tragis ini bermula pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 17.30 WITA, menjelang waktu Magrib. Saat itu, korban mendatangi pamannya yang sedang berada di atas kapal di kawasan Jalan Tanjung Aru, Gang Awang Abdullah, RT 14, Kelurahan Masjid, Samarinda Seberang.
Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, menjelaskan, korban sempat menyampaikan niatnya untuk mandi di sungai. Namun, lantaran kondisi lokasi sekitar sedang padam listrik, sang paman menyarankan korban pulang ke rumah.

“Korban mendatangi pamannya di atas kapal dan bilang ingin mandi. Namun, oleh pamannya disarankan mandi di rumah karena saat itu sedang mati lampu,” terang Joko.
Tak lama setelah mengimbau keponakannya, sang paman mendengar suara di bagian depan kapal. Saat diperiksa, korban sudah berada di dalam air dan berjuang meminta pertolongan.
Sang paman berupaya menyelamatkan korban dengan melempar tali, tetapi jaraknya tidak terjangkau. Upaya penyelamatan semakin terbatas karena sang paman tidak bisa berenang. Menurut keterangan saksi di lokasi, korban sempat mengapung selama kurang lebih lima menit sebelum akhirnya hilang terseret arus sungai.
Laporan insiden tersebut segera ditindaklanjuti oleh kepolisian, Basarnas Samarinda, Polairud, serta unsur relawan gabungan. Setelah melalui penyisiran dan pendeteksian kedalaman air sejak Selasa malam hingga Rabu malam, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi. (zul)
Editor: M Khaidir


