Samarinda, Busam.ID – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum mengintensifkan perbaikan jalan nasional di Kalimantan Timur, khususnya pada ruas poros Samarinda–Bontang. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi jalan mantap dan aman dilalui selama periode Angkutan Lebaran.
Perbaikan dilaksanakan melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Kalimantan Timur, Lalu Arpi, menjelaskan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan nasional Tahun Anggaran 2026.
“Pekerjaan tahap awal difokuskan pada pemasangan box culvert di Ruas Santan–Bontang STA 4+368, tepatnya di kawasan Danau Redan. Titik ini dinilai paling krusial karena badan jalan kerap tergenang saat hujan. Gorong-gorong lama tersumbat dan rusak akibat sedimen tanah dari bukit bekas tambang. Ditambah kontur jalannya cekung, sehingga genangan air sering terjadi. Itu yang kami dahulukan,” ujarnya.
Di lapangan, perbaikan dilakukan dengan metode penambalan lubang (patching) serta pelapisan ulang (overlay) aspal pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan permukaan.
Sejumlah alat berat seperti asphalt finisher dan tandem roller dikerahkan untuk memastikan kualitas hamparan aspal tetap optimal. Dump truck juga hilir mudik menyuplai material hotmix ke lokasi pekerjaan. Para pekerja tampak merapikan permukaan aspal dengan tetap menggunakan perlengkapan keselamatan kerja.

Menurut Lalu Arpi, percepatan ini bertujuan menjaga kondisi jalan tetap rata dan mantap, sekaligus meminimalkan potensi hambatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik.
Peningkatan kualitas ruas tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan. Selama pekerjaan berlangsung, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mematuhi rambu maupun pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Pemerintah menargetkan ruas Samarinda–Bontang bebas lubang sebelum puncak arus mudik, sehingga mobilitas masyarakat saat Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dan aman.(Adit)


