Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berkomitmen memperluas akses layanan kesehatan dengan membangun Puskesmas Sepinggan Baru di kawasan padat penduduk.
Pembangunan tersebut menjadi prioritas untuk menjawab kebutuhan warga, terutama di sekitar rusun dan permukiman yang selama ini minim fasilitas kesehatan.
Namun, proyek tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran dan tenaga medis. Dari total kebutuhan dana Rp 21 miliar, Pemkot baru mengantongi Rp 16 miliar, sehingga pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Alwiati mengatakan, lokasi Puskesmas Sepinggan Baru dipilih karena letaknya yang strategis dan mendesak untuk melayani warga sekitar.
“Kawasan ini termasuk padat penduduk, tetapi fasilitas kesehatan masih terbatas. Dengan adanya puskesmas baru, diharapkan masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses layanan dasar,” ujar Alwiati, Selasa (29/4/2025).
Meski demikian, penyelesaian proyek terkendala anggaran. Selain itu, rekrutmen tenaga kesehatan juga menjadi tantangan karena belum ada formasi CPNS untuk tenaga medis tahun ini.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat penyediaan formasi tenaga kesehatan. Tanpa sumber daya manusia yang memadai, puskesmas tidak bisa beroperasi optimal,” jelasnya.
Sambil menunggu realisasi pembangunan puskesmas baru, Dinkes Balikpapan terus meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang sudah ada. Salah satunya dengan merenovasi turap Puskesmas Muara Rapak untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pasien.
Pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru diharapkan tidak hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga mendorong pemerataan kesehatan di Balikpapan Selatan. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


