Samarinda, Busam.ID -Derap langkah Paskibraka terdengar di tengah kekhidmatan upacara penurunan bendera merah putih di Lapangan Parkir GOR Segiri Samarinda, Kamis (17/8/2023) sore.
Formasi pengibaran Paskibraka terdiri atas Kelompok 17 sebagai pengiring bendera, Kelompok 8 sebagai pengibar bendera dan Kelompok 45 sebagai pengawal bendera.
Seluruh pasukan pengibar bendera dipimpin Komandan Paskibraka, yang tahun 2023 ini untuk penurunan bendera dari Matra Polri yakni Iptu Roni Parsaulian Gultom. Diketahui sehari-hari Roni menjabat Kaur Bin Ops Polairud Polresta Samarinda.

Pria kelahiran Bengkulu, 25 Oktober 1996 ini merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara dari pasangan W. Gultom (Alm.) dan N Siburian.
“Saudara saya 2 orang perempuan dan 2 orang laki-laki,” terang Roni sapaan akrabnya kepada Busam.ID usai penurunan bendera.
Meski terlahir bukan dari keluarga kepolisian, Iptu Roni Parsaulian Gultom mengaku sejak kecil ia bercita-cita menjadi anggota Polri.
Alumnus Akpol 2019 bertubuh tegap dengan tinggi badan 175,5 centimeter ini mengatakan, latihan menjadi Komandan Paskibraka (DANPAS) berlangsung selama sebulan sejak terpilih mengisi posisi tersebut.
“Suatu kebanggaan dapat melaksanakan dan diberikan kepercayaan untuk memimpin penurunan Bendera Merah Putih pada hari ini Kamis (17/8/23),” ucapnya.
Roni mengaku tidak mengalami kendala berarti saat masih dalam pelatihan hingga berlangsungnya penurunan bendera.
“Puji Tuhan untuk hari ini sudah sukses dan berhasil dalam penurunan Bendera Merah Putih HUT RI ke-78 pada 17 Agustus 2023,” komentarnya.
Roni menyebut banyak mendapatkan pengalaman baru dan menambah rekan baik TNI, Polri juga anggota Paskibraka.
“Saya mendapatkan pengalaman baru dan bisa mengenal adik-adik baru yakni adik Paskibraka dan rekan TNI dan Polri,” jelasnya.
Semasa menjalani pelatihan, ia kerap berteriak menggunakan suara di tenggorokan. Karena itu ia harus menjaga betul kesehatan tenggorokannya agar tidak sampai serak sehingga mengganggu performa latihannya. Untuk mengatasi suara serak ia rutin menggunakan obat herbal.
“Saya biasa mencegah suara serak dengan meminum rebusan serai dan jahe yang dapat membantu memulihkan suara,” bebernya.
Roni berharap ke depannya terutama bagi masyarakat Indonesia di hari kemerdekaan agar semakin kompak dan solid antar umat, saling mendukung serta toleransi.
“Untuk memaknai Hari Kemerdekaan 17 Agustus yaitu Persatuan dan Kesatuan serta kekompakan,” pungkasnya. (Zul)
Editor : A Risa


