Samarinda, Busam.ID – Kasus hilangnya Muhammad Alfarizi (19) sejak hari Rabu (25/10/2023) malam sekira pukul 21.00 Wita, hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam karung akhirnya terungkap.
Saat ditemukan, kondisi korban terbungkus dua karung dengan satu karung menutup bagian kepala hingga perut sedangkan karung lainnya menutup bagian kaki hingga ke perut.
Korban ditemukan pada Jumat (27/10/2023) pagi di dalam parit di simpang Jalan Cempaka dan Jalan Mawar Kelurahan Bugis Kecamatan Samarinda Kota.
Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, penangkapan pelaku merupakan hasil kerjasama Satuan Reskrim Polresta Samarinda denjjgan unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu.
“Telah berhasil mengamankan satu orang pelaku yang diduga melakukan percobaan pembunuhan. Pelaku diamankan di wilayah Tenggarong Kutai Kartanegara,” terang Eko kepada awak media.
Disinggung mengenai motif dari pembunuhan tersebut, Eko mengatakan masih dalam penyelidikan petugas kepolisian.
“Saat ini yang bersangkutan berada di tahanan Polresta Samarinda,” ucapnya.
Eko menegaskan bahwa pelaku pembunuhan masih di bawah umur.
“Ya umurnya masih 17 tahun,” tegasnya.
Sementara itu, kakak kandung korban Amrullah mengatakan, usai pelaku berhasil diamankan di wilayah Timbau Tenggarong, pihaknya langsung melakukan interogasi terkait keberadaan adiknya.
“Pelaku saat awal ditanya selalu berbohong dan setelah kami gertak akhirnya dia mengaku,” terang Amrullah.
Dari pengakuan pelaku, korban disiksa dan dipukulinya pada Rabu (25/10/23) malam di bekas Mess Satpol PP Jalan Dahlia di belakang Kantor Pertanian.
“Kami selaku pihak keluarga korban berharap, dari pihak keluarga pelaku datang ke rumah untuk meminta maaf dan berbicara secara kekeluargaan. Sedangkan untuk pelaku kami tetap serahkan ke pihak yang berwajib agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.(Zul)
Editor : A Risa


