Samarinda, Busam.ID – Di tengah keterbatasan lahan yang semakin tergerus setiap tahunnya, membutuhkan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu diperlukan dorongan bagi generasi muda untuk memberikan inovasi memajukan sektor pertanian.
Hal demikian diungkapkan oleh Megi, seorang penyuluh pertanian muda yang berasal dari Kecamatan Muara Jawa. Dirinya berkeinginan untuk menginspirasi masyarakat di daerahnya untuk melakukan inovasi pertanian organik.
Meski dihadapkan pada tantangan lahan yang terbatas akibat aktivitas pertambangan dan minyak, Megi justru membuktikan bahwa pertanian organik dapat berkembang pesat di wilayah tersebut.
“Di Muara Jawa, terutama di Kelurahan Muara Jawa Ulu, saya lebih fokus pada budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, kacang, dan terong. Jenis tanaman ini lebih cocok dengan kondisi tanah di sini yang subur,” ujarnya
Dengan semangat yang tinggi, Megi aktif membimbing para petani untuk menerapkan teknik pertanian organik. Ia mengajarkan pentingnya menggunakan pupuk organik, menjaga kualitas tanah, dan menghindari penggunaan pestisida kimia.
Hasilnya pun tidak mengecewakan, banyak petani yang berhasil meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen mereka. (adi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


