Samarinda, Busam.ID – Keluhan pedagang Pasar Pagi soal tempias air hujan segera akan ditindaklanjuti. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, mengatakan penanganan sudah dibahas dengan pihak kontraktor. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu contoh bahan penutup yang akan digunakan.
“Tempias ini sudah kita kondisikan dengan kontraktor. Mereka siap menangani, cuma contoh bahan yang mau dipakai itu belum disampaikan ke kami,” terangnya, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, bahan penanganan tersebut nantinya juga akan dilaporkan ke Wali Kota Samarinda sebelum diputuskan. Ia menyebut, dalam waktu dekat contoh desain dan material akan diserahkan.
“Kemarin saya tanya ke PUPR, katanya 2 sampai 3 hari ini contoh bahan dan desainnya akan diberikan. Saya juga minta videonya seperti apa bentuk penerapannya di tempat lain,” jelasnya.
Nurrahmani menegaskan, penanganan tidak dilakukan dengan menutup bangunan secara permanen, melainkan menggunakan konsep kanopi yang bisa dibuka dan ditutup.
Terkait anggaran, Nurrahmani menyebut penanganan tempias dibiayai langsung oleh pihak kontraktor, meski pekerjaan tersebut berada di luar perencanaan awal.
“Dananya dari kontraktor. Mereka mau membantu karena menganggap ini sebagai beban moral. Dan semua lantai yang terdata terdampak akan ditangani, kanan kiri sampai ke bawah,” tambahnya.
Sebagai informasi, keluhan pedagang mencuat sejak 5 Januari 2026, setelah air hujan masuk akibat tempias dan menggenang di depan sejumlah toko lantai atas Pasar Pagi. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas jual beli serta kenyamanan pedagang dan pengunjung. (uca)
Editor: M Khaidir


