Samarinda, Busam.ID – Dugaan depresi akibat persoalan asmara menguat dalam kasus pria yang ditemukan tewas di sebuah penginapan di kawasan Jalan Kadrie Oening, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu malam (31/12/2025). Kepolisian memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan, Jumat (2/1/2026), mengatakan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian mengarah kuat pada kesimpulan tersebut. Temuan di tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, rekaman kamera pengawas (CCTV), hingga hasil identifikasi Inafis Polresta Samarinda saling menguatkan.
“Korban diduga mengalami tekanan psikologis cukup berat. Dari keterangan keluarga, korban mengalami masalah percintaan karena perbedaan agama yang memicu depresi,” ungkap Wawan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sejumlah obat-obatan di dalam kamar korban yang berkaitan dengan riwayat gangguan mental yang pernah dialaminya.
Polisi menilai kondisi kejiwaan korban menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya peristiwa tersebut. Dalam proses identifikasi, polisi juga menemukan fakta teknis yang menguatkan dugaan bunuh diri. Sidik jari yang menempel pada pelatuk senapan angin bukan berasal dari jari tangan, melainkan sidik jari kaki korban.
Senapan angin yang digunakan memiliki panjang sekitar 102 sentimeter, sehingga korban diduga menggunakan kakinya untuk menarik pelatuk.
“Posisi luka berada di bagian kening, dan hasil identifikasi sidik jari menunjukkan korban menggunakan kakinya saat menarik pelatuk senapan,” jelas Wawan.
Sebanyak 3 orang saksi yang pertama kali menemukan korban dan sempat mengangkat tubuh korban untuk dibawa ke rumah sakit telah dimintai keterangan oleh penyidik. Seluruh keterangan saksi dinilai konsisten dan tidak ditemukan adanya kejanggalan yang mengarah pada tindak pidana lain.
Penyelidikan juga melibatkan Unit Jatanras Polresta Samarinda untuk memastikan tidak ada unsur kriminalitas dalam peristiwa tersebut. (zul)
Editor: M Khaidir


