Samarinda, Busam.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda hingga 15 Desember 2025 adalah Rp1,05 triliun. Jika berdasarkan target, maka masih menyisakan sekitar Rp150 miliar dari target Rp1,2 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda Cahya Ernawan mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk mengejar sisa target hingga akhir tahun. Salah satu fokusnya adalah insentif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dinilai belum banyak diketahui masyarakat.
“Kalau beli rumah itu ada insentif BPHTB, bisa 40 sampai 50 persen. Ini yang terus kami sosialisasikan ke masyarakat,” ucapnya, Senin (15/12/2025).
Sumber PAD terbesar Samarinda masih didominasi sektor pajak. Cahya menyebut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bahkan telah melampaui target.
“Untuk PBB, capaian kita sudah di atas 100 persen. Terima kasih atas kepatuhan masyarakat,” terangnya.
Meski demikian, masih ada sektor yang belum mencapai target, salah satunya pajak kendaraan bermotor. Namun, Cahya menjelaskan pajak tersebut merupakan kewenangan provinsi yang hanya diterima Samarinda dalam bentuk opsen.
“Kami tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target yang masih belum terkejar,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


