Balikpapan, Busam.ID — Ketergantungan Balikpapan terhadap sumber air baku mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau selama ini dikenal PDAM membuka pintu kerja sama internasional. Tak sekadar menambal kekurangan pasokan, upaya ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur air secara berkelanjutan.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengungkapkan pembenahan sistem distribusi air tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan peran mitra strategis, termasuk dari luar negeri, untuk mengakselerasi pembangunan jaringan perpipaan dan peningkatan kapasitas pengolahan air.
“Kami menjalin komunikasi dengan mitra dari Korea, Jepang, hingga China. Mereka tertarik karena melihat proyek air bersih ini sebagai investasi infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Yudhi, Senin (28/7).
PTMB kini memprioritaskan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di KM 12, yang ditargetkan mampu menghasilkan hingga 150 liter air bersih per detik. Dari total itu, sekitar 50 liter per detik akan diarahkan ke wilayah Baru Ulu, salah satu kawasan dengan tekanan pasokan tinggi.
Di sisi lain, penambahan kuota SIPA (Surat Izin Pengambilan Air) di Bendungan Manggar juga tengah diupayakan. Ini bagian dari strategi jangka pendek PTMB untuk menstabilkan suplai air di tengah permintaan yang terus meningkat.
Pembangunan Embung Aji Raden menjadi langkah jangka menengah yang dinilai krusial. Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada 2026 dan diharapkan menyumbang hingga 200 liter air baku per detik. “Kami juga menunggu realisasi sumur bantuan provinsi yang diproyeksikan menyumbang tambahan 100 liter per detik,” kata Yudhi.
Jika seluruh proyek berjalan sesuai rencana, maka tambahan pasokan bisa mencapai 300 liter per detik. Ini akan membantu PTMB mengejar target rasio distribusi air 1 liter per detik untuk 150 Sambungan Rumah (SR), mendekati standar nasional.
Kawasan barat dan Utara Balikpapan menjadi prioritas dalam pemerataan distribusi. Dengan terpenuhinya pasokan di wilayah seperti KM 12 dan Baru Ulu, PTMB berharap beban distribusi di daerah lain seperti Kampung Damai dan KM 8 dapat dikurangi.
Kolaborasi lintas negara dalam sektor air menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dasar tak bisa dilepaskan dari kerja sama global. Di sisi lain, keseriusan PTMB menangani air baku juga menjadi sinyal positif bagi calon investor bahwa proyek infrastruktur di daerah memiliki prospek jangka panjang. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


