Pemprov Kaltim Tawarkan Tambahan Listrik 30 MW

Busam ID
Rudy Mas’ud.Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menawarkan tambahan pasokan listrik sebesar 30 megawatt (MW) kepada PT PLN (Persero) untuk membantu mengatasi pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah daerah.
Tawaran melalui perusahaan daerah PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur itu menjadi salah satu upaya Pemprov Kaltim merespons defisit daya yang diperkirakan mencapai 80 hingga 100 MW.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan PLN untuk memperkuat pasokan listrik, sekaligus mengurangi dampak pemadaman yang dirasakan masyarakat.

“Kami menawarkan kolaborasi untuk membantu penyediaan listrik melalui Perusda PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur dengan potensi pasokan sebesar 30 MW,” ujar Rudy saat memimpin rapat koordinasi di Balikpapan, belum lama ini.

Pemadaman bergilir sebelumnya terjadi di Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur (Kutim), Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar), dan sejumlah wilayah lainnya. Gangguan pasokan listrik selama dua hingga lima jam itu berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Rudy menyayangkan persoalan keterbatasan daya masih terjadi di Kaltim, padahal daerah ini dikenal memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk batu bara yang menjadi salah satu sumber energi pembangkit listrik.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diimbangi dengan ketersediaan energi listrik yang andal agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat terpenuhi.
Berdasarkan hasil koordinasi, kekurangan pasokan listrik di wilayah Kaltim diperkirakan berada pada kisaran 80–100 MW. Kondisi tersebut dipicu pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan berskala besar yang berlangsung bersamaan pada sejumlah pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, sebelumnya menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat kendala teknis pada pembangkit, bukan karena krisis pasokan batu bara.

Untuk mempercepat penanganan gangguan, PLN mengerahkan sekitar 650 personel teknisi yang bekerja dalam tiga sif selama 24 jam. Langkah ini dilakukan agar proses perbaikan dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga pembangkit kembali beroperasi.

“Mereka bekerja dalam tiga sif selama 24 jam untuk mempercepat pengembalian pembangkit ke sistem,” ungkap Meiryandi.

Perkembangan positif mulai terlihat setelah Unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kaltim Teluk atau Teluk Balikpapan kembali beroperasi dan menyalurkan daya ke Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Sementara itu, Unit 1 PLTU Kaltim Teluk masih menjalani pemeliharaan besar atau major maintenance untuk memastikan kesiapan teknis sebelum kembali mendukung sistem kelistrikan.

“Kembalinya Unit 2 untuk mendukung sistem merupakan perkembangan positif dalam upaya PLN memperkuat pasokan listrik Kalimantan. Di saat yang sama, pemeliharaan Unit 1 juga terus kami dorong agar dapat kembali siap mendukung sistem dengan kondisi yang optimal,” jelas Meiryandi.

Di luar pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN juga menyiapkan tambahan daya sebesar 278 MW melalui pembangkit sewa. Kapasitas tersebut direncanakan masuk secara bertahap hingga Desember 2026.

“Kami juga menyiapkan tambahan daya sebesar 278 MW melalui pembangkit sewa yang akan masuk secara bertahap hingga Desember mendatang,” sebut Meiryandi.

Tambahan pasokan dari Pemprov Kaltim sebesar 30 MW dan rencana penambahan daya PLN menjadi bagian dari upaya mengatasi keterbatasan pasokan listrik di wilayah regional.

Meski demikian, efektivitas langkah tersebut bergantung pada realisasi tambahan daya, kesiapan pembangkit, serta percepatan penyelesaian pemeliharaan. Masyarakat masih menantikan pemulihan pasokan yang stabil agar pemadaman bergilir tidak terus mengganggu aktivitas sehari-hari.(Adit)

Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *