Balikpapan, Busam.ID – Deputi Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI Bonivasius Prasetyo Ichtiarto secara langsung membuka launching Komunitas Pelajar Peduli Stunting (KPPS) di Aula SMAN 2 Balikpapan, Kamis (3/11/2022).
Dalam kegiatan tersebut, Prasetyo menyampaikan apresiasinya bahwa kegiatan program sekolah siaga kependudukan dengan tema konsorsium atau forum pelajar peduli stunting ini digelar di seluruh provinsi.
“Sangat luar biasa yah, sangat meriah. Semua SMA sudah dilakukan berbagai program peduli stunting,” ujarnya.
Ia menerangkan, terkait program peduli stunting ada dua pola yang diterapkan yakni yang pertama upaya penurunannya dan kedua pencegahannya. Dan untuk anak sekolah ini pihaknya katakan penting dalam upaya pencegahan stunting.
“Karena nanti mereka yang akan menghasilkan anak -anak dengan mereka menikah dan melahirkan. Sehingga jika mereka dari awal tidak peduli dengan stunting maka ke depannya ketika mereka berencana untuk berkeluarga itu mereka tidak tahu stunting. Ini merupakan program pencegahan dan preventif yang luar biasa di Kaltim,” bebernya
Ia berharap, ke depan akan terbangun komunikasi dan edukasi informasi dengan begitu para pelajar ini menjadi paham dan peduli terhadap masalah stunting.
“Sehingga ketika mereka berencana akan melakukan pernikahan mereka tau bahwa ini bahaya kalau mereka tidak mempersiapkan, sehingga terhindar dari kelahiran stunting,” bebernya.
Disamping itu, lanjutnya, para pelajar ini nantinya mereka ke depannya akan menjadi generasi emas tahun 2045 termasuk anak -anak yang dilahir saat ini. Artinya, jika anak-anak ini tidak dijaga dari sekarang kemudian dibiarkan dan hanya fokus penurunan 14 persen, tidak mencegahnya bisa saja akan terjadi lonjakan kenaikan kembali.
“Pertama ini launching di Kaltim. Kemudian ini merupakan program BKKBN. Akan tetapi yang paling inisiatif adalah Dinas Pendidikan. Artinya sesuai dengan yang disampaikan bapak Jokowi ini adalah kunci bahwa kita harus sinergi membaur bersama-sama mendukung pencegahan stunting,” tandasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA, Disdikbud Kaltim Mispoyo, menambahkan pihaknya sangat menyambut baik karena mendapatkan dukungan dari BKKBN RI.
Khususnya kepada Direktur Kerjasamana Pendidikan Kependudukan, Edi Setiawan, yang mana beberapa waktu lalu mengajak webinar yang diikuti oleh hampir 150 Kepala Sekolah. Kemudian 150 sekolah ini mengimbaskan ke seluruh siswanya.
Dalam rangka memberikan pemahaman apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya dan bagaimana agar stunting ini turun.
Dia berharap kegiatan pencegahan dan upaya penurunan stunting ini tidak hanya di Kaltim melainkan bisa berlangsung secara nasional.
“Dengan harapan mereka menjadi penggerak dalam mencegah stunting dan penggunaannya,” tutupnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID








