Samarinda, Busam.ID – Pendaftaran pedagang Pasar Pagi Samarinda resmi dibuka, Sabtu (20/12/2025). Di hari pertama, sebagian pedagang mulai menerima kunci kios setelah dinyatakan lolos verifikasi data, sementara lainnya masih menunggu karena terkendala administrasi.
Ketua Pedagang Blok Basah Forum FP3, Asri, mengatakan kendala paling banyak dialami pedagang lanjut usia yang kesulitan mengikuti pendaftaran online. Selain itu, SKTUB yang tidak aktif juga membuat sejumlah pedagang belum bisa langsung lolos verifikasi.
“Orang tua bingung karena tidak mengerti sistem online. Kedua, kalau SKTUB nya tidak aktif itu yang banyak bermasalah. Tapi kita di bantu kalau datang kesini,” ujar Asri saat ditemui di lokasi desk layanan Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda.
Pedagang yang kesulitan mendaftar atau belum lolos verifikasi diarahkan menyampaikan pengaduan di desk yang disediakan Disdag diantaranya di Pasar Pagi, Kantor Disdag Samarinda, Pasar Segiri, dan Pasar Merdeka. Aduan tersebut ditampung untuk ditelusuri lebih lanjut, sembari menunggu penjelasan lanjutan dari Disdag.
Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, memastikan kendala teknis tidak akan menggugurkan hak pedagang lama yang selama ini aktif berjualan. Menurutnya, masalah seperti ketidaksesuaian NIK, tanggal lahir, hingga perbedaan data SKTUB akan dibahas lebih lanjut bersama Diskominfo.
“Yang kami prioritaskan itu pedagang yang benar-benar berjualan. Kesalahan data tidak menghilangkan hak mereka,” terangnya.
Pendaftaran tahap pertama dengan target 1800 kios atau lapak masih dibuka hingga 3 hari ke depan sebelum berlanjut ke tahap berikutnya. (uca)
Editor: M Khaidir


