Petani Usia Produktif di Samarinda Masih Minim

Busam ID
Ilustrasi. Foto by Depositphotos

Samarinda, Busam.ID – Jumlah petani usia produktif di Samarinda masih minim. Sebagian besar aktivitas pertanian di kota ini masih dijalankan petani berusia di atas 50 tahun. “Petani yang ada sekarang lebih banyak usia di atas 50 tahun,” ungkap Manager Brigade Pangan Suluh Manuntung Samarinda, Adung Ks Utomo, Jumat (9/1/2026).

Adung menyebut pemerintah telah berupaya dengan membentuk Brigade Pangan pada 2024 untuk membuka ruang dan minat bagi generasi muda agar kembali mengelola lahan pertanian. Namun, keterlibatan anak muda hingga saat ini masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian.

Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kaltim, Akhmad Hamdan, menilai keterlibatan anak muda sangat rendah karena masih ada anggapan petani pekerjaan rendah. Padahal menurutnya dengan teknologi modern, petani bisa bekerja lebih efisien tanpa harus langsung berkutat di tanah.

“Masalahnya mindsetnya masih seperti itu karena melihat kakek nenek atau bapaknya yang selama ini berpakaian dan penuh lumpur. Padahal dengan mesin dan teknologi, kita tidak lagi menyentuh tanah langsung,” ucap Hamdan.

Hamdan menambahkan, tahun ini Kaltim menargetkan percetakan sawah seluas 20 ribu hektare, yang bisa dimanfaatkan generasi muda sebagai peluang bisnis, misalnya sebagai pengusaha padi atau pengusaha beras di daerah masing-masing.

“Nah ini kesempatan besar bagi anak muda untuk terjun dan berkiprah di sektor pertanian,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *