Samarinda, Busam.ID – Geliat perhelatan PORPROV Kaltim 2022 mulai terasa. Pemangku insan olahtubuh dan olahpikir di berbagai daerah di Banua Etam pun mulai bersiap. Mereka menarget bisa menjadi juara umum, setidaknya tiga besar.
Target juara umum juga diimpikan KONI Samarinda, yang berharap banyak mendulang emas dari cabang olahraga (cabor) baru yang ditetapkan KONI Kaltim belum lama ini. Salah satunya eSports atau di kalangan anak muda dikenal sebagai gaming.
Wakil Ketua I KONI Samarinda Deny Fahrianur mengungkapkan hal itu , ketika disambangi Busam di gedung KONI Jl Dahlia Senin (22/11) kemarin.
Harapan Deny agaknya tidak berlebihan, mengingat Samarinda adalah gudang atlet eSports yang cukup disegani. Terbukti, banyak atlet eSports Samarinda yang dikontrak tim gaming dari luar negeri dengan nilai fantastis.

“Alhamdulillah, kami sebagai instansi bidang olahraga di daerah ini, berharap besar pada PB ESI Samarinda dapat mensuport anggotanya untuk berlatih maksimal agar dalam ajang PORPROV 2022 nanti, atlit Kota Tepian dapat unggul sehingga bisa menyumbang emas terbanyak untuk mengantarkan Samarinda sebagai juara umum,” papar Deny optimis.
Deny menjelaskan, dalam kaitan menjaring atlit eSport berprestasi terbaik, KONI mengagendakan turnamen eSports di tingkat SELEKOT dan Pra PORPROV.
“Sebelum kita menuju PORPROV 2022, akhir tahun 2021 ini kita akan mengadakan SELEKOT (Seleksi Kota) terlebih dahulu. Nantinya dari SELEKOT ini akan maju lagi pada ajang PRA-PORPROV. Jadi supaya persiapannya lebih matang dan memang yang mewakili di PORPROV 2022 nanti adalah yang terbaik,” imbuh Deny.
Terkait stigma negatif di masyarakat yang menganggap eSports dunia rawan paparan vulgarisme, Deny memaklumi. Namun dia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tak dapat dibendung. Hingga hanya mental dan akidah kuat pada anak, yang mampu membentengi sikap agar tidak terjerumus.
“Kembali kepada orangtua masing-masing ya, sebenarnya eSport memiliki masa depan yang bagus dan dapat menghasilkan hingga menjadi sebuah profesi juga. Jika anak memang mau berkecimpung di dunia eSport, sebagai orangtua harus mengawasi dan mengarahkan dengan tepat, agar tidak menjadi sisi buruk untuk anak nantinya,” tutup Deny. (Ryan/An)








