Samarinda, Busam.ID – Ditemukan jasad dengan kondisi mulut berbusa di dalam kamar rumahnya, di Jalan Perintis Gang Haji Nandan RT 29, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Jasad itu adalah seorang pria bernama Kasdiono (49), yang ditemukan, Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 08.30 Wita.
Korban ditemukan dalam posisi berbaring miring ke kanan di atas ranjang. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dengan mulut mengeluarkan busa serta tubuh dalam kondisi kaku.
Penemuan jasad bermula ketika Hendrik, rekan korban, mendatangi rumah Kasdiono untuk meminta rokok. Setibanya di lokasi, Hendrik mendapati pintu rumah korban dalam keadaan tidak tertutup rapat. Ia pun masuk ke dalam rumah dan melihat korban berada di kamar seperti sedang tidur.
Hendrik sempat memanggil korban beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban. Merasa curiga, ia mendekat dan memeriksa kondisi tubuh korban. Hendrik terkejut setelah melihat mulut korban sudah berbusa dan tubuhnya kaku.
“Saya masuk lewat pintu depan karena tidak tertutup. Pas melihat dia posisinya sudah terbaring dan mulutnya ada busa-busa,” ujar Hendrik.
Temuan tersebut dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Sungai Pinang serta Tim Inafis Polresta Samarinda. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kasdiono diketahui tinggal seorang diri dengan menyewa kamar di kawasan tersebut dan sehari-hari bekerja serabutan. Menurut Hendrik, terakhir kali ia bertemu dengan korban sekitar 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Selama itu pula, korban tidak sempat berkomunikasi dengan siapa pun, baik secara langsung maupun melalui telepon.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Kami menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang mayat di sebuah rumah di Jalan Perintis,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda kematian yang diperkirakan telah terjadi beberapa jam sebelum ditemukan. “Mayat sudah mengeluarkan busa, terdapat lebam mayat dan kaku. Dugaan sementara almarhum meninggal lebih dari 5 jam dari waktu evakuasi,” jelas Sactio.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Kasdiono kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna dilakukan visum. “Penyebab kematian belum dapat dipastikan dan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


