Samarinda, Busam.ID— Program internet gratis desa Pemprov Kaltim mencatat capaian signifikan sepanjang 2025. Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal melaporkan, sebanyak 802 desa di tujuh kabupaten telah terhubung jaringan internet, melampaui target awal 716 desa.
Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyebut capaian tersebut setara 112 persen dari target perencanaan. Dari total 841 desa dalam peta program, masih tersisa 39 desa yang belum terjangkau layanan internet.
“Secara umum, target program sudah terlampaui. Ini menunjukkan pelaksanaan di lapangan berjalan cukup baik,” ucap Faisal, Jumat (16/1/2026).
Program itu ditopang anggaran Rp9,2 miliar, dengan realisasi hingga akhir 2025 mencapai Rp8,8 miliar atau sekitar 95,56 persen dari pagu. Hanya saja, meski telah melampaui target, Faisal menyebut tantangan utama masih terkendala yakni terkait ketersediaan listrik. Pihaknya mencatat 125 desa di Kaltim belum menikmati aliran listrik permanen, sehingga operasional internet di beberapa wilayah masih bergantung pada genset.
“Kami tetap berupaya menghadirkan layanan, tetapi operasionalnya sangat bergantung pada listrik. Kalau genset tidak menyala, jaringan internet otomatis ikut berhenti,” jelasnya.
Memasuki 2026, kelanjutan program menunggu kepastian anggaran akibat kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD). Diskominfo Kaltim akan memprioritaskan pengembangan di Berau, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser.
“Dengan ruang fiskal yang terbatas, kami harus benar-benar memetakan wilayah yang paling membutuhkan. Arahan pimpinan jelas, program disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidir


