Samarinda, Busam.ID – Menyikapi kondisi kemarau panjang, bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di wilayah Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim Isran Noor Selasa (22/8/2023), menetapkan Status Siaga Kekeringan.
Merespon Status Siaga Kekeringan tersebut, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mendirikan Posko Komando Darurat Bencana Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di halaman Kantor BPBD Kota Samarinda Jalan Sentosa Dalam Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso saat ditemui di kantornya mengatakan, BPBD Kota mempersiapkan diri dengan membuat pos komando dilengkapi peralatan kesiapsiagaan penanganan Karhutla.
“Dengan mengacu edaran Surat Keputusan Gubernur Kaltim, hari ini kami mempersiapkan diri dengan membuat pos komando yang dilengkapi tenda, peralatan kesiapsiagaan dan seluruh peralatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan,” terang Suwarso.
Selain itu, Suwarso menambahkan di pos komando yang sudah didirikan akan disiapkan alat komunikasi dengan beberapa OPD termasuk TNI/Polri serta relawan agar saling berkoordinasi.
Dijelaskan, dari pantauan BPBD tercatat sudah 12 kali kejadian kebakaran lahan di lokasi berbeda Kota Samarinda. Termasuk kebakaran lahan di Jalan Belimau Kelurahan Lempake yang terjadi Senin (21/8/2023) sore.
“Diantara 12 lokasi tersebut sebagian besar karena unsur kesengajaan, untuk itu kita tidak bisa mengindikasikan kapan terjadi kebakaran. Oleh karena itu kita akan bentuk jadwal khusus dengan seluruh tim terkait dalam hal penjagaan selama 24 jam,” ucapnya.
Dari data sementara, luasan terbesar Karhutla yang terjadi di Samarinda adalah 3,5 hektar di Jalan Belimau, Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara kemarin sore.
“Daerah tersebut rawan terbakar lantaran rerumputan yang sudah mengering serta suhu panas yang tinggi ditambah dengan angin juga kencang sehingga mempengaruhi luasan kabakaran lahan,” terangnya.
Saat ini upaya terhadap warga yang sengaja melakukan pembakaran dengan alasan untuk membuka lahan, bersama tim di lapangan seperti TNI dan Polri serta relawan masih sebatas pendekatan persuasif.
“Dan kita sampaikan betapa luas dampak kebakaran lahan ini, bahkan jika sampai mengarah ke pemukiman maka yang terjadi adalah kerugian besar,” tandasnya. (Zul)
Editor : A Risa




