Samarinda Luncurkan SADAR Berbasis AI, Perkuat Mitigasi Banjir dan Risiko Perkotaan

Busam ID
Andi Harun.Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meluncurkan platform SADAR (Smart Analysis for Disaster, Climate Adaptation & Resilience) berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat upaya mitigasi bencana dan menghadapi berbagai risiko perkotaan, termasuk banjir, perubahan iklim, dan urbanisasi.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, pemanfaatan teknologi dalam pembangunan daerah harus tetap diimbangi dengan kebijaksanaan manusia. Menurutnya, kecanggihan sistem digital perlu didukung kemampuan pemerintah dalam membaca kondisi riil di lapangan.

“Teknologi inteligensi harus berjalan secara paralel dan tumbuh bersama dengan human wisdom kita,” ujar Andi Harun saat peresmian Ruang Arutalla Bapperida Samarinda, Jumat.

Kehadiran SADAR menandai upaya Pemkot Samarinda mengubah pendekatan penanggulangan risiko perkotaan. Jika sebelumnya penanganan cenderung dilakukan setelah bencana terjadi, kini pemerintah didorong lebih mengutamakan prediksi, pencegahan dini, hingga percepatan respons ketika risiko muncul.

Platform tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Pemkot Samarinda, IBM Impact Accelerator, dan Yayasan Kota Kita. Sistem ini mengintegrasikan kecerdasan artifisial dengan Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) untuk memetakan potensi risiko iklim, bencana hidrometeorologi, serta perkembangan urbanisasi.

Melalui pemetaan berbasis data, perangkat daerah diharapkan memiliki landasan yang lebih terukur dalam menyusun perencanaan, menentukan prioritas penanganan, serta mengalokasikan sumber daya sesuai kebutuhan.

Meski demikian, penggunaan AI tidak serta-merta menggantikan pengamatan langsung. Validasi lapangan dan evaluasi secara berkelanjutan tetap diperlukan agar informasi yang dihasilkan platform sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Andi Harun berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memanfaatkan SADAR secara optimal, terutama dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi perencanaan serta pengambilan kebijakan berbasis data.

Ia juga meminta agar pengelolaan platform tidak berhenti pada peluncuran semata. Transfer pengetahuan, penyiapan administrator, hingga super administrator perlu dilakukan agar sistem dapat dioperasikan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh jajaran Pemkot Samarinda.

Peresmian Ruang Arutalla Bapperida mengusung tema “Mewujudkan Samarinda Tangguh Melalui Inovasi Data dan Kecerdasan Artifisial”. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran kepala dinas, camat, dan lurah se-Kota Samarinda.

Dengan penerapan SADAR, Pemkot Samarinda berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sekaligus membangun sistem perencanaan kota yang lebih adaptif. Keberhasilan penerapannya akan bergantung pada pemanfaatan data secara konsisten, kesiapan sumber daya manusia, serta tindak lanjut nyata dari informasi yang dihasilkan platform.(Adit/adv)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *