Sang Polopor Relawan PMK Sengkotek yang Didukung Keluarga

Busam ID
Idi saat berfoto dengan rubber boat, bantuan Bank Indonesia. (foto by zulkarnain)

NAMA Idi bagi Sebagian warga Kelurahan Sengkotek, Samarinda, barangkali sudah tak asing. Pria kelahiran 9 Desember 1973 tersebut dikenal sebagai sosok inspiratif yang mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan. Itu dilihat dari jerih payahnya mendirikan satuan Relawan Pemadam Kebakaran (PMK) Regana Sengkotek dalam 9 tahun terakhir ini.

Langkahnya membentuk regu relawan pemadam kebakaran tentu sangat beralasan, dia mengaku terdorong oleh rasa kepedulian yang mendalam terhadap masyarakat, terutama dalam penanganan cepat kebakaran yang sering terjadi di Samarinda dan sekitarnya.

Sebagai pelopor, Idi menyadari pentingnya penanganan kebakaran yang cepat dan efektif. Di awal pembentukan, tidak banyak satuan pemadam yang aktif di daerahnya. Dengan inisiatif pribadi, Idi membentuk Relawan PMK Regana Sengkotek dan mengupayakan berbagai sarana penunjang. Kini, relawan yang dibentuknya telah memiliki dua unit mobil komando, dua ambulans, satu mobil fire tank. Dua unit kendaraan miliknya berasal dari bantuan sejumlah pihak dan tiga kendaraan lainnya adalah milik pribadinya.

Di luar aktivitas kerelawanan tersebut, Idi rupanya seorang wiraswasta, yakni mengelola usaha pencucian motor. Kegiatan relawan yang dijalaninya sering kali memaksa Idi harus membagi waktu antara pekerjaan utama dan tugas kemanusiaan. Meski tidak mudah, ia mendapatkan tetap mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan pelanggan, sehingga dapat menjalankan dua tanggungjawab tersebut.

“Terkadang, pada saat sedang mencuci motor terjadi kebakaran. Anggota langsung saya kerahkan untuk segera meluncur ke lokasi kebakaran dan meninggalkan pekerjaannya, untungnya pelanggan-pelanggan saya semua dapat memahaminya karena menurut mereka untuk kebutuhan orang banyak,” ucap Idi.

Idi juga tak jarang menghadapi tantangan di lapangan, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat yang berkerumun menonton saat kebakaran terjadi, bahkan terlibat perebutan selang pemadam dengan warga. Untuk mencegah terjadinya keributan, Idi dan tim harus menenangkan situasi dan menjaga emosi agar tidak terpancing oleh komentar warga yang kadang kurang mendukung.

“Sering kali terjadi perselisihan dengan warga, tapi kami selalu mengingatkan anggota agar tetap fokus dan sabar,” jelasnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Idi adalah saat harus memadamkan api di lokasi kebakaran besar, di mana dalam hati ia selalu berharap tidak ada korban jiwa. Doa itu selalu menyertai setiap langkahnya dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Relawan PMK Regana Sengkotek kini memiliki sekitar 20 anggota yang sebagian besar adalah keluarga dan rekan dekat Idi. Semangat yang ditunjukkan anggota adalah bentuk kebersamaan yang tinggi, meskipun tidak ada kewajiban ketat untuk terjun langsung ke lokasi kebakaran.

Beberapa waktu lalu, Idi menerima bantuan armada sungai dari Bank Indonesia (BI) berupa rubber boat dan mesin speed dengan kekuatan 25 PK dengan perkiraan harga berkisar Rp 70 juta. Armada tersebut sangat dibutuhkan apabila terjadi kecelakaan air, serta untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Bantuan diharapkan semakin memperkuat kesiapan Relawan PMK Regana Sengkotek menghadapi bencana air. “Kami akan terus siap siaga demi menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Idi dengan penuh semangat. (zulkarnain)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *