Tanggulangi Banjir, Personil Gabungan Bersihkan Sampah di Area Pasar Segiri dan SKM

Busam ID
Petugas gabungan saat membersihkan sampah di Sungai Karang Mumus dalam rangkaian Peringatan HUT ke-67 Kodam VI/ Mulawarman, Jumat (11/7/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Upaya menanggulangi banjir di Kota Samarinda. Jumat (11/7/2025), ribuan personel gabungan dari instansi Pemerintah Kota Samarinda, BWS, TNI-Polri, relawan, serta berbagai komponen masyarakat menggelar kegiatan Karya Bakti pembersihan sampah. Fokus utama kegiatan di area sekitar Pasar Segiri dan aliran Sungai Karang Mumus (SKM), yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.

Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Yulius Menri Sarungallo menjelaskan kegiatan merupakan implementasi arahan dari Kodam VI/Mulawarman.

Pembersihan besar-besaran tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-67 Kodam VI/Mulawarman. Diperkirakan sekitar 700 personel terlibat langsung di Pasar Segiri dan SKM. Namun, jika mencakup seluruh wilayah Samarinda yang serentak melaksanakan program “Jumat Bersinar,” total peserta Karya Bakti diperkirakan mencapai 3.000 orang, melibatkan seluruh RT dan kelurahan.

Tujuan utama dari Karya Bakti ini adalah membantu masyarakat Samarinda yang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi. “Kita berusaha untuk mengedukasi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih. Sehingga apabila cuaca hujan, sampah-sampah yang menutup aliran sungai maupun parit atau tempat harusnya air mengalir tidak tertutup oleh sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat,” tegas Yulius.

Dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Hengki selaku juru sungai, turut memberikan pandangannya. Ia menyebutkan di tahun 2025, kondisi SKM sudah mulai menunjukkan perbaikan. “Kebetulan kita BWS Kalimantan IV sudah melakukan aksi-aksi berupa kegiatan-kegiatan sepanjang sungai, baik pemeliharaan rutin ataupun pemeliharaan yang lainnya,” jelas Hengki, yang juga berpartisipasi dalam pembersihan tersebut.

Hengki mengakui salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan SKM adalah banyaknya pemukiman di sempadan sungai. Selain itu, pendangkalan sungai juga menjadi masalah yang terus diatasi.

“Untuk pendangkalan sendiri memang terasa, cuma kebetulan mulai dari tahun kemarin kita sudah melakukan giat pengerukan segmen secara berkala di sepanjang sungai yang bisa kita tangani,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan pengerukan sedimen pada tahun ini sedang difokuskan di daerah hulu sungai, tepatnya di kawasan Lempake Tepian. Ini menunjukkan komitmen berkesinambungan dalam menjaga kelancaran aliran SKM. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *