Samarinda, Busam.ID – Tangisan bayi memecah sunyi subuh di Jalan Gerilya, Gang Mandiri, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kamis (8/1/2026). Suara lirih yang awalnya dikira tangisan anak kecil itu membuat warga terkejut saat mendapati seorang bayi laki-laki tergeletak hidup di dalam parit.
Bayi tersebut ditemukan tanpa sehelai pakaian, masih bertali pusar, dengan darah yang belum mengering. Tubuhnya dipenuhi pasir dan semut, menandakan bayi itu baru saja dilahirkan sebelum dibuang di parit samping rumah warga.
Warga yang pertama kali menemukan langsung mengevakuasi bayi dan membawanya ke bidan terdekat. Meski sempat gemetar, kondisi bayi dinyatakan sehat dan segera dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Ketua RT 110 Sungai Pinang Dalam, Nuril Fahmi, menyebut penemuan terjadi sekitar pukul 06.00 Wita.
“Awalnya dikira suara anak kecil. Setelah dicek, ternyata bayi di parit, tanpa pakaian dan ari-arinya masih lengkap,” ujarnya.
Kapolsekta Sungai Pinang, AKP Aksar, mengatakan polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan di sekitar lokasi.
“Bayi ditemukan masih hidup dan langsung kami evakuasi ke rumah sakit. Kondisinya stabil,” kata Aksar.
Dalam waktu kurang dari 1 jam, polisi berhasil mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai ibu kandung bayi tersebut. Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku melahirkan sekitar pukul 01.00 Wita dan membuang bayinya karena panik serta tekanan ekonomi.
“Pelaku mengaku tidak mampu merawat bayi yang baru dilahirkan. Selain itu, ia sudah memiliki anak balita dan kondisi ekonominya sulit,” jelas Aksar.
Ibu bayi kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan pascapersalinan dan pendampingan psikologis. Meski secara fisik sehat, kondisi mentalnya masih trauma. Namun demikian, polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan.
“Apapun alasannya, perbuatan ini melanggar hukum dan akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Aksarudin.
Sementara itu, bayi laki-laki tersebut kini berada dalam pengawasan medis dengan pendampingan Dinas Sosial. (zul)
Editor: M Khaidir


