Samarinda, Busam.ID – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mengebut persiapan pembukaan rute internasional perdana Samarinda-Kuala Lumpur yang ditargetkan beroperasi selambat-lambatnya Februari 2026. Sejumlah penyesuaian fasilitas dan dokumen kini masih dalam proses.
“Kami diberikan waktu 6 bulan yang ditetapkan melalui Kepmenhub Nomor 37 Tahun 2025. Semua sedang berproses,” ujar Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, tantangan utama terkait penataan terminal internasional. APT Pranoto yang sebelumnya dirancang sebagai bandara domestik perlu perubahan alur kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional, terutama untuk layanan Custom, Immigration, dan Quarantine (CIQ).
Penyesuaian dilakukan melalui partisi ruang, penambahan bangunan, hingga desain ulang terminal kedatangan. Namun, pekerjaan fisik baru dimulai November-Desember sehingga penyelesaian penuh belum bisa dilakukan di akhir tahun anggaran.
“Pembangunan dilanjutkan awal tahun depan. Yang penting Februari sudah bisa dipakai untuk operasional, meskipun belum sempurna,” jelasnya.
Terkait maskapai, I Kadek mengungkapkan Malindo Air atau Batik Air Malaysia menjadi operator pertama yang secara lisan menyatakan minat membuka rute Kuala Lumpur-Samarinda. Proses perizinan rute selanjutnya berada di Kementerian Perhubungan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menilai pembukaan rute internasional tersebut akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, konektivitas internasional akan mendorong pergerakan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM.
“Kalau konektivitas Samarinda terhubung ke luar negeri, itu menjadi trigger kegiatan perekonomian. Ini juga akan berdampak pada peningkatan PAD,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


