Tiga Wartawan Senior Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat di HPN 2026

Busam ID
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan Anugerah Kebudayaan kepada tiga wartawan senior pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Jakarta, Busam.ID– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberikan Anugerah Kebudayaan kepada tiga wartawan senior pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Penghargaan berupa Trofi Abyakta dan Piagam Anugerah tersebut diberikan kepada Rahmi Hidayati, Seno Joko Suyono, dan Henri Nurcahyo atas dedikasi panjang mereka dalam dunia jurnalistik sekaligus pemajuan kebudayaan.

Ketiganya menerima penghargaan pada kategori “Wartawan dan Komunitas”, yang untuk pertama kalinya diberikan oleh PWI Pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap jurnalis yang konsisten mengawal isu kebudayaan melalui kerja jurnalistik dan aktivitas komunitas.

Penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat difokuskan pada konsistensi kiprah jurnalistik dan kegiatan seni budaya minimal selama 10 tahun, dengan dampak yang meluas hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Rahmi Hidayati, mantan wartawan Bisnis Indonesia, dinilai berjasa besar melalui perannya sebagai Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI). Kiprahnya turut mengantarkan kebaya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO.

Sementara itu, Seno Joko Suyono, mantan wartawan Tempo, dikenal luas sebagai penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) yang mempertemukan jurnalis, sastrawan, dan pegiat budaya dari berbagai negara.

Adapun Henri Nurcahyo, mantan wartawan Surabaya Post, aktif menggerakkan komunitas Panji hingga jejaring Asia dan internasional. Perjuangannya turut berkontribusi pada pengakuan Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI–HPN 2026 terdiri dari lima tokoh, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Selain wartawan, PWI Pusat juga menyeleksi 10 kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pemajuan seni dan kebudayaan. Mereka akan mengikuti tahapan presentasi sebagai penilaian akhir dalam rangkaian HPN 2026.

Tiga wali kota yang masuk nominasi adalah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. Sementara tujuh nominasi lainnya berasal dari unsur bupati di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa presentasi final akan digelar pada 8–9 Januari 2026 di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

“Dewan juri akan mendalami inovasi kebijakan kebudayaan serta dampaknya bagi masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, hingga global,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.” Program ini telah berlangsung sejak HPN 2016 dan melahirkan sejumlah kepala daerah yang kemudian berkiprah di tingkat nasional.(Adit)

Editor: Tri Wahyuni

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *