Samarinda, Busam.ID – Kondisi memprihatinkan terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Damanhuri, Sungai Pinang, Samarinda, Selasa (9/9/2025) siang. Sedikitnya tiga makam mengalami kerusakan parah akibat longsor, bahkan kain kafan jenazah tampak dari liang lahat.
Pengurus makam, Ahmad Roffiq Alkadrie, menjelaskan longsor telah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Intensitas hujan tinggi belakangan ini membuat kondisi semakin parah.
“Longsornya ini sudah berapa bulan yang lalu, waktu hujan satu hari satu malam. Jadi longsor. Karena ada hujan lagi, tanah makin tergerus, jenazah tadi keluar ke permukaan,” ungkapnya.
Menurut Roffiq, tiga makam rusak paling parah sehingga jenazah keluar dari liang lahat. Meski demikian, pihak ahli waris tidak menyampaikan tuntutan karena memahami peristiwa ini sebagai bencana alam.
“Ahli waris gak ada tuntutan apa-apa, masalahnya kan masalah alam. Kita hanya bisa memperbaiki sedikit-sedikit saja,” jelasnya.
Ia berharap keluarga ahli waris dapat segera melihat kondisi makam dan bersama-sama mencari solusi perbaikan. Pihak pengurus makam berjanji akan melakukan pembenahan semampunya.
“Tapi nanti insya Allah akan dibenahin,” tutup Roffiq. (zul)
Editor: M Khaidir


