Balikpapan, Busam.ID – Sebanyak 5.000 siswa di Kota Balikpapan disebutkan telah menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut menyasar siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP, dan pelaksanaannya di Balikpapan terus meluas sejak pertama kali diluncurkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, pelaksanaan awal difokuskan di wilayah Balikpapan Selatan, menjangkau sekitar 3.300 siswa dari 2 SMP, 3 SD, dan 1 PAUD.
“Saat ini total penerima manfaat sudah lebih dari 5.000 siswa. Terbaru, SMP 48 Balikpapan Selatan ikut bergabung,” kata Irfan, Jumat (25/4/2025).
Irfan menyebut, cakupan program MBG memang belum bisa menjangkau seluruh siswa di Balikpapan yang jumlahnya mencapai 100 ribu orang. Hal ini lantaran keterbatasan jangkauan katering dan kesiapan penyedia makanan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sekolah bisa bergabung jika berada dalam radius maksimal 6 kilometer dari dapur katering. Hampir semua sekolah siap, hanya tinggal menunggu kesiapan dapur dan rekanan,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, sekolah-sekolah yang sudah menjalankan program MBG di antaranya SD 15 sekolah, SD 16 sekolah, SMP 26 sekolah, dan SMP 18 sekolah. Dapur utama katering berada di kawasan Balikpapan Regency.
Menurut Irfan, sejauh ini program berjalan lancar dan tanpa keluhan berarti. Menu makanan pun bervariasi dan mendapat antusias tinggi dari siswa.
“Anak-anak sangat menantikan menu harian. Alhamdulillah program ini berjalan baik,” ujarnya.
Disdikbud juga menggandeng dinas lain seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mendukung program. Tujuannya tak hanya memberikan makan gratis, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal lewat pelibatan petani dan nelayan sebagai penyedia bahan pangan.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya terkait pengadaan ompreng atau tempat makan berbahan stainless steel yang kini sulit didapat dan harganya tinggi. “Ompreng sekarang seperti masker saat pandemi. Padahal ini dipakai tiap hari dan harus awet,” keluh Irfan.
Terkait isu keracunan makanan, Irfan memastikan hal itu tidak berasal dari program MBG. Kasus tersebut berasal dari pihak yang tidak menggunakan wadah makanan standar.
Irfan menegaskan, anggaran program MBG sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat. Pemkot Balikpapan hanya bertindak sebagai pelaksana di daerah.
“Kami siap 100 persen untuk mendukung program ini. Tinggal menunggu perluasan dari pihak BGN,” tutupnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


