Samarinda, Busam.ID – Realisasi vaksinasi rabies di Samarinda hingga pertengahan Mei 2026 baru mencapai sekitar 600 dosis atau kurang 1.400 dosis dari target 2.000 dosis yang ditetapkan rampung sebelum Juli mendatang.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri, mengatakan capaian vaksinasi tahun ini sedikit terhambat karena petugas juga difokuskan menangani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi menjelang Iduladha.
“Tahun lalu kita berhasil menyelesaikan 7000 dosis. Kalau saat ini sementara dokter hewan dan para medik laki-laki fokus ke sapi untuk PMK, sementara dokter dan paramedik perempuan menangani vaksin rabies untuk kucing dan anjing,” terangnya, Senin (11/5/2026).
Ia menyebut, vaksinasi rabies menyasar hewan pembawa rabies seperti kucing, anjing, musang hingga monyet. Menurutnya, vaksin gratis dari pemerintah diprioritaskan untuk hewan liar maupun hewan rescue yang dikumpulkan komunitas pecinta hewan dan shelter di Samarinda.
Selain itu, DKPP Samarinda juga menggandeng klinik hewan, pet shop dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dalam pelaksanaan vaksinasi rabies di berbagai wilayah Samarinda. Maskuri menjelaskan pemerintah hanya menyediakan vaksin secara gratis, sementara biaya jasa di klinik swasta tetap menjadi kewenangan masing-masing tempat pelayanan.
“Kalau di klinik swasta, vaksinnya dari kami gratis. Cuma jasa mereka kami tidak ikut campur,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


