Samarinda, Busam.ID – Polda Kaltim menduga kasus liquid e-tomidate yang menjerat seorang oknum polisi bukan sekadar kasus penggunaan pribadi. Serangkaian pengiriman paket dengan pola berulang memunculkan dugaan adanya jaringan yang lebih besar.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengungkapkan penyidik menemukan sedikitnya 5 kali pengiriman paket dengan identitas pengirim dan penerima yang sama.
Rinciannya, 3 pengiriman awal masing-masing berisi 10 liquid, pengiriman keempat berisi 20 liquid, sedangkan pengiriman kelima mencapai 50 liquid.
“Kalau dijumlahkan totalnya sekitar 100 buah,” ungkapnya, Minggu (17/5/2026).
Paket tersebut dikirim dari seseorang berinisial H di Medan dengan nama penerima yang sama. Penyidik juga menemukan indikasi keterkaitan dengan seseorang berinisial R di Jakarta yang kini masuk daftar pencarian (DPO).
Menurut Romylus, alasan tersangka yang mengaku menggunakan barang tersebut untuk konsumsi pribadi masih diragukan penyidik.
“Kami tidak percaya sepenuhnya karena ada fakta-fakta lain. Pengiriman dilakukan berkali-kali dan jeda waktunya sangat dekat,” katanya.
Penyidik menilai jumlah barang dan pola pengiriman yang dilakukan tidak lazim apabila hanya digunakan sendiri.
Selain itu, aparat telah mengantongi data aliran dana yang kini sedang ditelusuri untuk mengungkap kemungkinan jaringan lain di balik kasus tersebut.
Dalam pengungkapan itu, polisi menyita liquid vape yang setelah diuji di laboratorium forensik dinyatakan positif mengandung e-tomidate, zat yang telah masuk kategori narkotika golongan II berdasarkan aturan terbaru.
Romylus menjelaskan penggunaan vape tidak otomatis berbahaya, namun cairan yang digunakan di dalamnya dapat menjadi ancaman serius apabila mengandung zat terlarang.
“Vape belum tentu berbahaya, tetapi cairan yang digunakan bisa saja mengandung narkotika seperti e-tomidate,” tegasnya.
Hingga kini penyidik masih terus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk jaringan pengiriman antarwilayah yang diduga memasok barang ke Kalimantan Timur. (zul)
Editor: M Khaidir


