Kakek Sebatang Kara di Samarinda Ditemukan Meninggal dalam Gubuk

Busam ID
Proses evakuasi jasad Samin (70) yang ditemukan meninggal dunia di gubuk tempat tinggalnya di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Senin (18/5/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Kebiasaan seorang kakek berusia 70 tahun yang kerap terlihat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya mendadak terhenti. Hilangnya sosok Samin dari aktivitas sehari-hari membuat warga sekitar merasa ada yang tidak biasa. Kecurigaan itu akhirnya mengungkap kabar duka di sebuah gubuk sederhana di Jalan Poros Samarinda–Bontang, RT 28, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (18/5/2026).

Samin ditemukan meninggal dunia di dalam gubuk yang selama ini menjadi tempat tinggalnya seorang diri. Kondisinya diketahui setelah warga berinisiatif menjenguk karena beberapa waktu terakhir pria lanjut usia itu tak lagi terlihat.

Warsono, warga sekitar, mengatakan awalnya ia bersama beberapa warga datang untuk memastikan kondisi Samin. Sebab, biasanya pria lanjut usia itu masih terlihat di sekitar warung dekat rumahnya.
“Kami merasa aneh karena sudah lama tidak kelihatan. Waktu mau nengok, teman juga bawa jajan untuk beliau,” ujar Warsono.

Namun setibanya di sekitar gubuk, warga mulai merasakan ada kejanggalan. Banyak lalat berkerumun di sekitar lokasi. “Saya kira ada kodok mati, lalatnya sempat saya usir, tapi tetap banyak. Lalu teman saya saya suruh masuk melihat ke dalam,” katanya.

Saat mencoba membuka pintu, warga mendapati pintu tidak bisa dibuka. Mereka kemudian mengintip melalui celah bagian depan gubuk dan mendapati Samin sudah terbaring di balik pintu dalam posisi terlentang. “Kami lihat beliau sudah meninggal dunia dan mengeluarkan aroma tidak sedap,” lanjutnya.

Diketahui, Samin selama ini hidup seorang diri di gubuk sederhana yang berdiri di atas lahan milik warga lain. Ia hanya menumpang tinggal di lokasi tersebut dan sudah cukup lama menetap di sana.
Menurut warga, kesehariannya dihabiskan dengan aktivitas berkebun dan mencangkul di sekitar lokasi. Kondisi kesehatannya juga disebut sudah sering menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Penemuan jasad Samin sekitar pukul 12.30 Wita langsung dilaporkan kepada pihak berwajib. Tak lama berselang, Tim Inafis Polresta Samarinda bersama personel Polsek Sungai Pinang, Tim Pammat Polresta Samarinda, serta Unit Patroli Beat 110 tiba di lokasi.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran posisi jasad berada tepat di balik pintu gubuk. Petugas akhirnya terpaksa membongkar sebagian dinding samping bangunan agar proses pengangkatan dapat dilakukan.

Selanjutnya, jasad Samin dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie untuk menjalani visum guna memastikan penyebab pasti kematiannya. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *