Sapi “Bejo” Asal Samarinda yang Dipilih Jadi Kurban Presiden RI

Busam ID
Sapi “Bejo” milik Mujianto asal Samarinda yang terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI di Kaltim. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Kisah sapi jumbo bernama “Bejo” milik peternak asal Samarinda, Mujianto, menyimpan cerita yang tak biasa. Sapi berbobot 1,07 ton yang kini terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Iduladha 1447 Hijriah itu dulunya justru dikenal sulit makan dan sempat membuat sang pemilik kewalahan.

Mujianto tak pernah menyangka sapi jenis Brahman Cross yang dibesarkannya dengan penuh kesabaran akan menjadi kebanggaan kandangnya. Bejo, yang kini berusia sekitar 6 tahun, berhasil menyisihkan kandidat sapi dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur hingga terpilih sebagai sapi kurban Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah, saya sendiri tidak pernah terpikir sapi saya bisa terpilih menjadi sapi kurban Bapak Presiden. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Peternakan Provinsi yang telah merekomendasikan sapi saya,” ujar Mujianto.

Ia menceritakan, perjalanan Bejo sejak awal bukan tanpa tantangan. Saat pertama kali dibeli, sapi tersebut mengalami kesulitan beradaptasi dengan pola pakan yang diberikan. Selama berbulan-bulan, Bejo sulit makan sehingga proses perawatannya jauh lebih rumit dibanding sapi lainnya.

Berangkat dari kondisi itu, Mujianto kemudian memberi nama “Bejo”, yang dalam bahasa Jawa identik dengan keberuntungan. Nama tersebut menjadi doa sederhana agar sapi itu kelak membawa hasil baik.
“Waktu itu saya bilang, mudah-mudahan kamu nanti jadi sapi kebanggaan. Ternyata Alhamdulillah terkabul,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Mujianto, memelihara sapi berbobot lebih dari 1 ton bukan sekadar soal memberi makan. Kebersihan kandang, pengawasan kesehatan, hingga kualitas pakan harus benar-benar diperhatikan agar pertumbuhan sapi tetap optimal.

Tak hanya Bejo, seluruh sapi di kandangnya juga mendapat pengawasan kesehatan secara berkala. Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diberikan sebagai langkah pencegahan sebelum hewan dipasarkan kepada masyarakat.
“Semua sapinya sehat. Sudah divaksin, jadi aman,” ucapnya.

Sapi Bejo sendiri diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp120 juta. Namun bagi Mujianto, terpilihnya Bejo sebagai sapi kurban Presiden memiliki nilai yang jauh lebih berarti dibanding angka jualnya.

Diketahui, bantuan kemasyarakatan Presiden RI berupa sapi kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M tersebut akan disalurkan ke Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur.

Menurut Mujianto, program bantuan sapi kurban Presiden setiap tahun turut menjadi motivasi bagi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak.

“Program sapi Banpres ini memicu kami sebagai peternak lokal agar terus menghadirkan sapi-sapi terbaik setiap tahun,” tutupnya. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *