Samarinda, Busam.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.2 terus mempercepat penanganan dampak longsor di titik STA 5+650 ruas jalan Sangatta–Simpang Perdau. Percepatan dilakukan untuk memulihkan akses mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan.
Hingga pekan ini, progres pekerjaan di lapangan disebut menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah alat berat dan puluhan personel dikerahkan untuk mempercepat pembangunan struktur pengaman lereng serta normalisasi badan jalan yang terdampak longsor.
PPK 2.2 BBPJN Kaltim Khanif Ashar mengatakan penanganan ruas tersebut menjadi prioritas karena jalur Sangatta–Sp Perdau merupakan akses penting yang menopang aktivitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah sekitar.
“Penanganan ini kami percepat karena ruas tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat. Kami menargetkan seluruh pekerjaan struktural dapat selesai pada Juli mendatang sehingga akses transportasi kembali aman dan nyaman dilalui,” ujarnya.

Menurut Khanif, pihaknya juga menerapkan pola kerja lebih efektif dengan penambahan jam kerja di lapangan guna mengejar target penyelesaian sebelum memasuki puncak musim penghujan.
Selain pembersihan material longsor, penanganan yang dilakukan juga difokuskan pada penguatan mitigasi jangka panjang agar kondisi lereng lebih stabil dan aman.
Beberapa pekerjaan yang tengah dilakukan di antaranya pemasangan mortar foam sebagai material pengisi dan penstabil lereng, perbaikan sistem drainase untuk mengendalikan aliran air permukaan, hingga penguatan lereng melalui metode grouting dan shoring pada titik-titik kritis.
“Kami tidak hanya fokus membuka akses jalan, tetapi juga memastikan struktur lereng lebih kuat agar risiko longsor susulan bisa diminimalkan,” katanya.
BBPJN Kaltim juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Kami mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses percepatan ini berlangsung. Kami berkomitmen agar jalur ini nantinya kembali normal, kokoh, dan lebih aman untuk digunakan,” tutup Khanif. (adit)
Editor: M Khaidir


