Atasi Kekurangan Guru, Pemkot Samarinda Andalkan Tambal Sulam

Busam ID
Aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah di Samarinda. Foto by Uca/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Di tengah kekurangan sekitar 765 tenaga pengajar, solusi tambal sulam dipilih untuk menutup kekosongan guru di Samarinda. Guru lain hingga guru piket ikut mengisi kelas kosong agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Banyak sekolah masih ditopang guru honorer karena kebutuhan pengajar memang masih besar,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, setiap tahun jumlah guru terus berkurang akibat pensiun maupun perpindahan tugas. Sementara penambahan tenaga pendidik baru belum mampu menutup kebutuhan yang ada.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Ibnu Araby mengakui kekurangan guru saat ini sementara ditutupi dengan memaksimalkan tenaga pengajar yang tersedia di sekolah.

“Kalau guru kelas atau guru mata pelajarannya kurang, sementara ditutupi guru lain atau guru piket di sekolah,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pengisian kekosongan tenaga pengajar dilakukan dengan membagi peran antarguru yang tersedia sambil menunggu pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.

Ia menyebut hingga kini langkah penambahan tenaga pengajar masih terkendala kebijakan efisiensi anggaran. “Kita harus berhati-hati. Mengangkat orang berarti harus siap juga dengan gajinya. Jadi itu solusi sementara dulu karena saat ini juga tengah efisiensi,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *