Samarinda, Busam.ID – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim resmi mengumumkan hasil validasi dan verifikasi berkas bakal calon Ketua KONI Kaltim yang akan bertarung dalam Musorprov mendatang.
Ketua TPP Ego Arifin, menyampaikan seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan yang menjadi amanat panitia telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Hasil kerja tim tersebut nantinya akan dilaporkan secara resmi dalam forum Musorprov yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni mendatang.
“Kami sudah melaksanakan seluruh tahapan yang diamanatkan kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan. Semua proses telah kami lalui dan hasilnya akan kami laporkan secara resmi dalam Musorprov nanti,” ujar Ego Arifin, Selasa (2/6/2026).
Menurut Ego, selama dua hari terakhir tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh dokumen yang disampaikan bakal calon. Verifikasi dilakukan terhadap dukungan yang diberikan cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, hingga organisasi badan fungsional.
Setiap dokumen dukungan diperiksa satu per satu untuk memastikan keabsahannya, termasuk kelengkapan tanda tangan dan materai yang menjadi syarat administrasi pencalonan.
Selain dukungan organisasi olahraga, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pribadi bakal calon, termasuk curriculum vitae (CV) dan sejumlah surat pernyataan yang menjadi persyaratan pencalonan.
“CV sudah lengkap. Kemudian terdapat beberapa surat pernyataan yang seluruhnya telah ditandatangani langsung oleh bakal calon di atas materai sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
TPP juga memastikan dokumen visi dan misi bakal calon telah diterima. Namun, isi visi dan misi tersebut baru akan dipaparkan langsung oleh bakal calon dalam agenda penyampaian program kerja pada saat Musorprov berlangsung.
Saat ditanya mengenai jumlah dukungan yang berhasil dikumpulkan bakal calon, Ego enggan membeberkan angka pasti. Namun ia memastikan seluruh persyaratan dukungan telah terpenuhi bahkan melampaui batas minimal yang ditentukan.
Berdasarkan aturan pencalonan, bakal calon wajib memperoleh dukungan minimal 30 persen dari cabang olahraga dan 30 persen dari KONI kabupaten/kota.
“Yang jelas syarat minimal 30 persen telah terpenuhi. Bahkan jumlah dukungan yang diverifikasi lebih dari ketentuan yang dipersyaratkan,” katanya.
Meski demikian, TPP memilih tidak mengumumkan rincian akumulasi dukungan sebelum forum Musorprov digelar.
“Untuk angka pastinya nanti akan kami sampaikan pada waktunya dalam musyawarah. Saat ini kami belum dapat mengumumkannya,” tambah Ego.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota TPP Rony Pangajoang menegaskan, tugas tim hanya sebatas melakukan penjaringan dan verifikasi administrasi terhadap bakal calon.
Keputusan mengenai sah atau tidaknya seseorang menjadi calon Ketua KONI Kaltim sepenuhnya berada di tangan forum Musorprov.
Menurutnya, TPP tidak memiliki legitimasi untuk menetapkan calon, melainkan hanya memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sesuai aturan.
“Tugas kami hanya memverifikasi berkas. Apakah berkas tersebut sah dan memenuhi syarat, itu menjadi kewenangan kami. Tetapi untuk menetapkan seseorang menjadi calon Ketua KONI Kaltim, itu merupakan kewenangan forum musyawarah,” tegas Roni.
Ia menambahkan, hasil verifikasi yang telah dilakukan akan diserahkan kepada peserta Musorprov sebagai bahan pertimbangan dalam proses penetapan calon.
“Semua hasil kerja TPP akan kami laporkan pada Musorprov tanggal 3 Juni. Setelah itu forum yang akan menentukan dan menetapkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Sementara terkait pelaksanaan Musorprov, TPP memastikan agenda tersebut akan berlangsung pada 3 Juni sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia pelaksana.
Mengenai kehadiran Gubernur Kaltim dalam pembukaan kegiatan, TPP menyatakan hal tersebut berada di luar kewenangannya karena menjadi ranah panitia pelaksana.
Dengan telah rampungnya proses verifikasi administrasi, tahapan pemilihan Ketua KONI Kaltim kini memasuki fase akhir menjelang pelaksanaan Musorprov yang akan menentukan kepemimpinan organisasi olahraga tertinggi di Kaltim untuk periode mendatang.
“Semua tahapan yang menjadi tugas kami sudah selesai dilaksanakan. Selanjutnya hasil tersebut akan kami serahkan kepada forum musyawarah untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Ego Arifin.(Adit)
Editor: M Khaidir


