Samarinda, Busam.ID– Kasus dugaan kelalaian medis terkait tertinggalnya kawat kateter di dalam tubuh seorang pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terus menjadi perhatian publik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim memastikan proses penanganan kasus tersebut terus berjalan dan akan mendapat evaluasi langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pihaknya telah mengikuti rapat terkait penanganan kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya proses penyelesaian yang cepat, terbuka, dan mampu menjawab keresahan masyarakat.
“Tadi malam kami sudah diundang dalam menyikapi ini. Salah satunya yang saya tekankan adalah bagaimana prosesnya harus cepat, transparan. Kemudian juga apa yang dikeluhkan oleh masyarakat ini bisa terjawab,” ujar Jaya.
Menurutnya, RSUD AWS telah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan audit internal melalui komite medis dan komite etik. Hasil sementara menunjukkan adanya sanksi terhadap dokter yang menangani tindakan tersebut.
“Ketika ada aduan dari masyarakat terkait dengan ini, mereka melakukan proses audit yang dilakukan oleh komite medik maupun komite etik. Hasilnya memang sebetulnya sudah dirilis, kalau tidak salah, bahwa sementara dokter yang melaksanakan itu, kewenangan kompetensi di bidang tindakan pemasangan wire atau ring itu, enam bulan dicabut,”jelasnya.
Jaya juga mengungkapkan, dokter spesialis yang menangani tindakan kateterisasi tersebut diketahui berinisial “F”. Dokter tersebut disebut telah cukup lama bertugas di rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu.
“Kalau yang dirilis kan inisial F ya. Sudah lama memang dia bekerja, cuma barangkali kan kita lagi mencari apa masalahnya, seperti apa,” katanya.
Selain audit internal, Kementerian Kesehatan RI dijadwalkan akan melakukan evaluasi langsung ke RSUD AWS pada 4 hingga 5 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan menelaah kronologi kejadian sekaligus mengevaluasi prosedur pelayanan medis yang diterapkan rumah sakit.
“Kemudian akan ada investigasi, semacam evaluasi dari Kementerian Kesehatan. Rencananya hari Kamis dan Jumat minggu ini,” tutup Jaya.(Adit)
Editor: M Khaidir


