Samarinda, Busam.ID – Pembangunan ruang kelas SDN 010 Palaran, Kota Samarinda, dipastikan akan dilanjutkan tahun ini setelah pengerjaan tahap pertama 2025 lalu gagal rampung, akibat kesalahan prediksi kedalaman tiang pancang fondasi bangunan.
Tersendatnya proyek tersebut berimbas pada sekitar 300 siswa SDN 010 Palaran yang hingga saat ini terpaksa harus menumpang belajar di gedung sekolah lain.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Samarinda, Amelia Indah Larasati, menjelaskan proyek pembangunan itu semula direncanakan selesai dalam satu tahap. Namun, kondisi tanah di lokasi membuat pekerjaan fondasi memerlukan penyesuaian.
“Pada saat pengerjaan di lapangan ternyata ada koreksi di bagian pancang. Karena itu kami melakukan perubahan pekerjaan sehingga ada 4 ruang kelas yang belum terbangunkan,” kata Amelia, Kamis (4/6/2026).
Amelia memastikan penyelesaian 4 ruang kelas menjadi prioritas tahun ini. Selain ruang kelas, pembangunan pagar sekolah dan penataan halaman juga akan dilakukan dalam paket pekerjaan yang sama. “Insyaallah tahun ini kita selesaikan. 4 ruang kelas itu, kemudian pagar sekolah dan halaman juga akan dikerjakan,” ujarnya.
Di sisi lain, kebutuhan meja dan kursi belajar masih menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Sejumlah meubel yang digunakan saat ini dilaporkan mulai mengalami kerusakan akibat usia pakai dan proses perpindahan selama pembangunan berlangsung.
“Untuk mebeler memang belum masuk di anggaran Rp2,3 miliar itu, jadi saat ini masih menggunakan yang lama dulu. Kebutuhan itu baru kami inventarisasi dan menjadi prioritas berikutnya (di APBD murni 2027),” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


