Samarinda, Busam.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, akhirnya merampungkan penyusunan kepengurusan baru setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang oleh tim formatur.
Dari sekitar 140-150 nama yang sempat masuk dalam daftar usulan, hanya sekitar 80 orang yang ditetapkan masuk dalam struktur kepengurusan periode mendatang.
Susunan kepengurusan tersebut telah disepakati seluruh anggota formatur dan segera diajukan ke KONI Pusat untuk memperoleh pengesahan melalui surat keputusan (SK) sebelum pelantikan dilakukan.
Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, mengatakan proses penyusunan pengurus berlangsung secara kondusif dan tidak diwarnai konflik sebagaimana isu yang sempat berkembang di luar organisasi.
“Hari ini kita sepakati, sudah terbentuk dan insyaallah hari ini juga kita kirim ke KONI Pusat. Jadi mengenai cerita kemarin ada ribut atau apa segala macam, sejauh ini tidak ada. Kita baik-baik saja semua, dari awal pun tidak ada masalah,” ujar Anderiy saat konferensi pers di Aubry Sport Center, Jalan Juanda, Samarinda, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, banyaknya nama yang muncul pada tahap awal merupakan bagian dari mekanisme penjaringan aspirasi. Seluruh usulan dari berbagai pihak terlebih dahulu diakomodasi sebelum akhirnya dilakukan seleksi berdasarkan kebutuhan organisasi.
Ia menjelaskan, tim formatur sejak awal membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai usulan yang masuk.
Namun setelah melalui pembahasan mendalam, diputuskan bahwa organisasi perlu dibentuk lebih efektif dan tidak terlalu gemuk. “Di awal memang sampai 140 atau 150 orang. Memang betul kita masukkan semua usulan dari kawan-kawan. Nanti di akhir baru kita seleksi semua,” katanya.
Hasil penyaringan tersebut menghasilkan susunan kepengurusan yang jauh lebih ramping dibandingkan periode sebelumnya.
Langkah itu dilakukan agar koordinasi dan pelaksanaan program pembinaan olahraga dapat berjalan lebih optimal. “Insyaallah jauh lebih ramping dari yang sebelumnya. Jumlahnya sekitar 80 orang,” tambahnya.
Anderiy menegaskan, ukuran organisasi bukan menjadi prioritas utama. Yang lebih penting adalah kualitas sumber daya manusia yang duduk dalam kepengurusan serta kemampuan mereka dalam mendukung pencapaian target olahraga prestasi di Kaltim.
Karena itu, tim formatur tidak menjadikan proses penyusunan pengurus sebagai sarana mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu ataupun membagi-bagikan posisi jabatan. “Nah, sekarang kita lebih melihat yang mana yang benar-benar bisa mengurus,” tegasnya.
Ia juga membantah adanya praktik pembagian jabatan sebagai bentuk balas jasa politik setelah proses pemilihan Ketua Umum KONI Kaltim. Menurutnya, sejak awal tidak pernah ada komitmen maupun janji pemberian posisi kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan.
“Dari awal juga kita enggak pernah menjanjikan apa pun. Enggak pernah menjanjikan kamu dukung saya, saya kasih kamu ini. Enggak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anderiy memastikan seluruh keputusan mengenai komposisi kepengurusan murni merupakan hasil kesepakatan tim formatur. Tidak ada intervensi dari pihak luar maupun tekanan dari kelompok tertentu selama proses penyusunan berlangsung.
“Ini murni semua dari tim formatur. Tidak ada campur tangan dari pihak manapun. Tidak ada tekanan dari kawan-kawan yang lain,” katanya.
Meski susunan kepengurusan telah terbentuk, Anderiy menegaskan evaluasi tetap akan dilakukan secara berkala. General Manejer Borneo FC itu mengingatkan setiap pengurus memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kinerja dan kontribusi nyata terhadap kemajuan organisasi.
Menurutnya, posisi dalam kepengurusan bukanlah jaminan untuk bertahan selama satu periode penuh apabila tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Itu pun nanti kita evaluasi. Mungkin dalam waktu tiga bulan mereka tidak bisa perform dengan baik untuk membantu kinerja kita ke depan, mungkin akan kita keluarkan lagi,” tegasnya. Saat ini, dokumen kepengurusan tinggal menunggu proses verifikasi dari KONI Pusat.
Setelah surat keputusan diterbitkan, KONI Kaltim akan segera menjadwalkan pelantikan pengurus baru sebagai langkah awal menjalankan program pembinaan olahraga prestasi di daerah. “Kita kirim hari ini. Mudah-mudahan bisa dapat jawaban segera untuk penetapan SK-nya. Setelah itu baru pelantikan,” tutup Anderiy. (adit)
Editor: M Khaidir


